Pendidikan

Jelang Iduladha, Kang Jalal SGN Kebumen Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Nasional

41
×

Jelang Iduladha, Kang Jalal SGN Kebumen Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Nasional

Sebarkan artikel ini
Peserta praktik langsung teknik penyembelihan halal kambing dan unggas sesuai standar syariat Islam dan kesehatan dalam pelatihan juru sembelih nasional Kang Jalal SGN Kebumen.

PREMBUN, Kebumen24.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kang Jalal Santri Gayeng Nusantara (SGN) Kabupaten Kebumen menggelar Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Uji Kompetensi Nasional Penyembelihan Halal di Masjid Baitul Haq, Kecamatan Prembun, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 120 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari praktisi jagal halal, lembaga pendidikan, hingga takmir masjid dan mushola se-Kabupaten Kebumen. Pelatihan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme juru sembelih halal menjelang momentum Iduladha.

Acara dibuka oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Salim Wazdy. Hadir pula perwakilan Baznas Kabupaten Kebumen H. Hartono serta Ketua LDNU PCNU Kebumen Moh. Riyadi.

Ketua Kang Jalal SGN Kabupaten Kebumen, Ust. Muhammad Nasrullah mengatakan, pelatihan tersebut merupakan respons atas meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proses penyembelihan yang halal, higienis, aman, dan sesuai standar syariat Islam.

“Standarisasi kompetensi juru sembelih halal sangat penting, terutama menjelang Iduladha. Kami ingin memastikan setiap proses penyembelihan di tingkat desa benar-benar memenuhi ketentuan syariat sekaligus profesional,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Ketua Kang Jalal SGN Jawa Tengah Ust. Abah Muchamad Solikin, asesor Uji Kompetensi Nasional drh. Sonny Handoko, DVM., MB., serta Ketua Kang Jalal SGN Kebumen Ust. Muhammad Nasrullah.

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan tersebut, mulai dari SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), kesejahteraan dan kesehatan hewan, fikih kurban, teknik mengasah pisau, handling hewan, teknik penyembelihan halal, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga praktik penyembelihan dan uji kompetensi nasional.

Tak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik langsung penyembelihan kambing dan unggas. Dalam sesi praktik, peserta diajarkan teknik mengasah pisau yang benar, cara menjatuhkan hewan kurban secara etis, hingga teknik penyembelihan sesuai standar syariat dan kesehatan.

“Untuk simulasi, kami menyediakan kambing serta sejumlah ayam jantan dan betina agar peserta benar-benar memahami praktik penyembelihan halal yang benar,” jelas Ust. Muhammad Nasrullah.

Dalam sesi materi, para narasumber menegaskan bahwa seorang juru sembelih halal wajib memenuhi syarat sebagai muslim, balig, berakal, serta menggunakan alat yang tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan minim rasa sakit pada hewan. Uji ketajaman pisau pun dilakukan secara sederhana dengan mengiris kertas.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai tiga unsur utama penyembelihan yang sah, yakni membaca basmalah, melakukan penyembelihan dengan cepat, serta memutus saluran pernapasan, makanan, dan pembuluh darah secara tepat. Pengetahuan anatomi hewan turut menjadi materi penting agar proses penyembelihan sesuai standar syariat dan kesehatan.

Seluruh peserta pelatihan mendapatkan sertifikat resmi yang ditandatangani Panglima Santri Gayeng Nusantara sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin. Sementara peserta yang mengikuti uji kompetensi memperoleh Sertifikat Juru Sembelih Halal Nasional BNSP sebagai bentuk pengakuan kompetensi juru sembelih halal tingkat nasional. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.