Politik

Ketua DPC PPP Kebumen Soroti Kejanggalan Muktamar X PPP

3262
×

Ketua DPC PPP Kebumen Soroti Kejanggalan Muktamar X PPP

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC PPP Kebumen, Wahid Mulyadi, saat memberikan keterangan pers terkait kejanggalan Muktamar X PPP, Rabu (1/10/2025).

KEBUMEN, Kebumen24.com – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kebumen, Wahid Mulyadi, menyoroti sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan Muktamar X PPP yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Menurut Mulyadi, perhelatan Muktamar kali ini berbeda jauh dibandingkan dengan muktamar-muktamar sebelumnya. Ia menilai, pembukaan Muktamar terasa janggal karena tidak dihadiri para pimpinan partai politik lain maupun tamu undangan kehormatan yang biasanya hadir dalam seremoni tersebut.

“Muktamar kemarin kacau. Insiden yang terjadi mencerminkan kegagalan pimpinan pusat menjaga marwah partai dan menciptakan suasana kondusif bagi para muktamirin. Padahal biasanya muktamar berlangsung khidmat,” tegas Mulyadi dalam keterangan resminya, Rabu (1/10/2025).

Mulyadi mengaku prihatin atas insiden kericuhan yang bahkan berujung baku hantam pada Muktamar X PPP. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi preseden buruk sepanjang sejarah partai berlambang Ka’bah itu sejak berdiri pada tahun 1973.

Ia menilai, keributan tersebut merupakan akumulasi kekecewaan para pemilik suara atau muktamirin yang menghendaki adanya perubahan di jajaran pengurus DPP PPP, khususnya pada posisi Ketua Umum.

“Kericuhan itu menunjukkan kegagalan pengurus lama. Baru kali ini sepanjang sejarah PPP, muktamar diwarnai insiden seperti itu,” ujarnya.

Mulyadi bersama para kader PPP berkomitmen mengawal proses suksesi kepemimpinan dari Mardiono ke Agus Suparmanto sesuai hasil muktamar.

Menurutnya, kegagalan PPP menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2024 adalah bukti nyata ketidakmampuan kepemimpinan sebelumnya. Akibatnya, PPP tidak memiliki keterwakilan di DPR RI, sesuatu yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah partai.

“Ini sejarah kelam bagi PPP. Baru kali ini kami tidak punya wakil di Senayan. Wajar kalau pengurus di berbagai tingkatan mendesak adanya perubahan,” ungkapnya.

Mulyadi menegaskan, PPP bukan partai baru yang lahir kemarin sore. Lebih dari lima dekade PPP telah mewarnai panggung politik nasional. Karena itu, ia berharap pergantian pucuk pimpinan mampu mengembalikan kejayaan partai dan semangat perjuangan kader tidak padam.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.