Pemerintahan

Angkat Tema Daulat Pangan, Jambore Nasional I JATAM di Kebumen Resmi Dibuka

1226
×

Angkat Tema Daulat Pangan, Jambore Nasional I JATAM di Kebumen Resmi Dibuka

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan Muhammadiyah, memukul gong sebagai tanda dibukanya Jambore Nasional I JATAM di Pendopo Kabumian, Jumat (19/9/2025).

KEBUMEN, Kebumen24.com – Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat menggelar Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) di Pendopo Kabumian, Kebumen, pada 19–21 September 2025. Kegiatan bertema “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran” ini diawali dengan pembukaan expo dan bazar UMKM oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

Jambore ini menjadi kelanjutan perjuangan Muhammadiyah di bidang pertanian yang telah dimulai sejak Muktamar ke-44 di Jakarta pada tahun 2000 dengan lahirnya Lembaga Buruh Tani dan Nelayan (LBTN). Kini, JATAM hadir sebagai wujud nyata gerakan tani berbasis nilai keislaman dan kemandirian.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Nurul Yamin, menegaskan bahwa jambore ini bertujuan mengangkat produk pertanian dan pangan Muhammadiyah agar menjadi bagian penting dari produk nasional.

“Petani harus menjadi subjek, bukan objek. Untuk itulah diperlukan jaringan dan ruang ekspresi yang mempertemukan berbagai pihak,” ujarnya.

Acara ini diikuti lebih dari 1.000 petani dari 22 provinsi se-Indonesia, serta 93 peserta expo dan bazar yang menampilkan 53 stan inovasi dan 40 stan UMKM. Produk-produk yang dipamerkan berasal dari perusahaan nasional, perguruan tinggi, hingga UMKM lokal.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, KH Abduh Hisyam, menyebut pemilihan Kebumen bukan tanpa alasan.

“Kebumen dikenal sebagai basis pertanian yang kuat dan memiliki kedekatan dengan kultur Muhammadiyah. Apalagi Bupati Kebumen, Ibu Lilis Nuryani, juga merupakan kader ‘Aisyiyah,” ungkapnya.

Suasana expo dan bazar UMKM dalam Jambore Nasional I JATAM di Kebumen yang menampilkan berbagai produk inovasi pertanian, pangan, dan usaha kreatif lokal.

Ketua PDM Kebumen, Joko Purnomo, menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Kebumen sebagai tuan rumah. Ia berharap jambore ini mampu melahirkan inovasi, kolaborasi, dan sinergi antar petani di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Muhammadiyah juga menyoroti persoalan yang masih dihadapi petani, mulai dari keterbatasan pupuk, harga produk yang anjlok saat panen, hingga kondisi lahan yang semakin menantang.

“Setiap panen harga turun, pupuk langka dan mahal. Untuk itulah melalui jambore ini kita wujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan,” tegas KH Abduh Hisyam.

Expo dan bazar JATAM resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, didampingi Sekda, pimpinan daerah Muhammadiyah, serta pejabat Forkopimda. Hadir pula Ketua MEBP PWM Jateng Mohammad Yahya Fuad, Dandim Letkol Arm Purba Sudibyo, Ketua PDA Kebumen Nafi Agustina, dan PCM se-Kabupaten Kebumen.

“Acara ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya hadir di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga di sektor pertanian. Sebagai kabupaten dengan mayoritas penduduk berprofesi petani, Pemkab Kebumen berkomitmen hadir melalui berbagai program untuk memajukan dan menyejahterakan petani,” ujar Bupati Lilis.

Jambore Nasional I JATAM akan diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain peluncuran varietas padi unggul, rembug JATAM, forum bisnis pangan, tabligh akbar kedaulatan pangan, penanaman simbolis, dialog interaktif, hingga gala dinner sebagai ajang silaturahmi.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.