PemerintahanPendidikanUncategorized

Sinergi Pendidikan: Jalan Keluar Kebumen dari Predikat Kabupaten Termiskin

3148
×

Sinergi Pendidikan: Jalan Keluar Kebumen dari Predikat Kabupaten Termiskin

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama Ketua PGRI Jateng Dr. H. Muhdi dan Anggota DPRD Jateng dr. Faiz Reza, saat menghadiri Dialog Pendidikan di Pendopo Kabumian, Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi demi pendidikan berkualitas di Kebumen.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pendidikan menjadi kunci utama untuk mengangkat derajat Kabupaten Kebumen dari predikat sebagai salah satu daerah termiskin di Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar Dialog Pendidikan bertajuk “Membangun Sinergi untuk Pendidikan yang Berkualitas di Kabupaten Kebumen”, di Pendopo Kabumian, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah dan gagasan dari berbagai pihak demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kebumen. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua PGRI Jawa Tengah/Wakil Ketua I DPD RI Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum., Anggota Komisi E DPRD Jateng dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, dan Ketua PGRI Kebumen Dr. Agus Sunaryo, M.Pd.

Turut hadir pula para kepala dinas, kepala sekolah, pengawas, serta tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan se-Kabupaten Kebumen.

Ketua PGRI Kebumen, Agus Sunaryo dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan.

“Semua komponen pendidikan di Kebumen harus berkontribusi bersama untuk memajukan pendidikan,” tegas Agus.

Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, juga menekankan bahwa kemiskinan hanya bisa diatasi melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan bahwa pendidikan bukan sekadar soal nilai akademis, melainkan juga soal karakter dan integritas.

“Ilmu pengetahuan tanpa akhlak ibarat kapal tanpa kompas. Kita banyak melihat persoalan bangsa yang timbul bukan karena kurangnya kecerdasan, tetapi karena rapuhnya moral dan lemahnya integritas,” ujar Lilis.

Ia menekankan bahwa generasi masa depan harus dibekali nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong royong, dan nasionalisme, di samping penguasaan teknologi.

Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, juga menekankan bahwa kemiskinan hanya bisa diatasi melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

“Orang cerdas belum tentu sukses. Tapi orang sukses bisa berbahaya kalau hanya mementingkan diri sendiri. Maka kecerdasan emosional dan spiritual harus jadi perhatian pendidikan,” ungkap Muhdi.

Ia juga menyinggung pentingnya pendidikan karakter dalam menyongsong era Society 5.0 dan bonus demografi yang akan dialami Indonesia.

Muhdi menutup dengan mengutip kisah kebangkitan Jepang pasca-Perang Dunia II, di mana Kaisar Jepang pertama kali menanyakan jumlah guru yang tersisa usai bom atom meluluhlantakkan negaranya.

“Karena kalau masih ada guru, negara bisa bangkit. Dan itu terbukti,” tegas Muhdi.

Dialog ini menjadi harapan baru agar dunia pendidikan Kebumen mampu menjadi motor penggerak perubahan, menuju kebangkitan daerah dari ketertinggalan ekonomi melalui SDM yang unggul dan berkarakter.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.