PURBALINGGA, Kebumen24.com – Operasi pencarian terhadap enam pekerja proyek sodetan Sungai Klawing yang terjebak banjir terus dilanjutkan pada hari ketiga, Selasa (5/8/2025). Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian intensif.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu malam (3/8/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, saat tiba-tiba air bah datang dan menghanyutkan para pekerja di lokasi proyek di wilayah Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.
Awalnya dilaporkan delapan orang terjebak, namun setelah koordinasi dengan pihak PT Surya Mataram Sakti, jumlah korban yang dipastikan berada di lokasi kejadian adalah enam orang.
Dari enam pekerja, tiga berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke atas alat berat excavator, sementara tiga lainnya dinyatakan hilang. Hari ini, salah satu dari korban hilang, yakni Sarwoyo (50) warga Penaruban, Kaligondang, ditemukan meninggal dunia sejauh 5 km dari lokasi kejadian awal.
Identitas Korban:
Selamat:
- Juni Setiawan (31), Operator Excavator, warga Tunjungseto, Sempor, Kebumen.
- Muntohar (30), Operator Excavator, warga Kumejing, Wadaslintang, Kebumen.
- Bintang Putra Nugraha (23), Teknisi, warga Jagalan, Sayegan, Yogyakarta.
Dalam Pencarian:
- Tedi (28), Staf PT Surya Mataram Sakti, asal Majenang.
- Muhyadi (60), Pekerja lokal, warga Penaruban, Kaligondang.
Meninggal Dunia:
- Sarwoyo (50), Pekerja lokal, warga Penaruban, Kaligondang.

(Foto: Dokumentasi Basarnas Cilacap)
Operasi SAR:
Hingga hari ketiga, pencarian melibatkan berbagai metode dan peralatan canggih. Berikut pembagian Search and Rescue Unit (SRU):
- SRU 1: Penyisiran menggunakan LCR BPBD & rafting Basarnas dari LKP hingga Jembatan Linggamas/Bokol (±25 km).
- SRU 2: LCR Basarnas dari Jembatan Linggamas/Bokol ke Tempuran Congot (±5 km).
- SRU 3: LCR Basarnas dari Tempuran Congot ke Bendung Gerak Serayu (±25 km).
- SRU 4: Pemantauan udara dengan drone dan pengawasan titik LKP.
- SRU 5: Body rafting dari LKP ke wilayah Pasren.
Kepala BPBD Purbalingga melalui Bagus menyatakan bahwa operasi SAR akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
“Kami berharap dua korban lainnya dapat segera ditemukan. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujarnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















