PendidikanReligi

KKN di Peniron: Mahasiswa IAINU Kebumen Giatkan “Sunrise With Qur’an” Sebelum Mentari Terbit

1303
×

KKN di Peniron: Mahasiswa IAINU Kebumen Giatkan “Sunrise With Qur’an” Sebelum Mentari Terbit

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN IAINU Kebumen bersama warga memulai program "Sunrise With Qur’an" di Mushola Daruttaqwa, Desa Peniron, Pejagoan. (Foto: Dok. KKN IAINU Kebumen)

PEJAGOAN, Kebumen24.com – Suasana pagi di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, kini tak lagi sepi. Ketika kebanyakan orang masih terlelap, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari Mushola Daruttaqwa. Sebuah program unggulan bertajuk “Sunrise With Qur’an” menjadi semangat baru yang diinisiasi oleh 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAINU Kebumen.

Dilaksanakan setiap pagi, program ini menjadi upaya membumikan kembali semangat membaca Al-Qur’an di tengah rutinitas masyarakat yang kian padat. Lebih dari sekadar kegiatan religi, “Sunrise With Qur’an” diharapkan mampu menjadikan mushola sebagai pusat pembinaan spiritual, terutama bagi generasi muda desa.

“Menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan sehari-hari, dimulai sejak pagi hari,” ujar Ustadzah Husniatul Khotimah Al Hafidzoh, yang turut hadir dan memberikan motivasi dalam pembukaan kegiatan perdana, Rabu 30 Juli 2025.

Pesan tersebut disambut antusias oleh peserta yang hadir, menandakan tingginya semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Program ini merupakan bagian dari misi besar mahasiswa KKN IAINU Kebumen yang berfokus pada tiga pilar pengabdian:

Adapun Tiga Pilar Pengabdian Mahasiswa KKN IAINU di Desa Peniron. Pertama Penguatan Fungsi Masjid dan Mushola. Ini mencakup kegiatan keagamaan, pengajian rutin, serta penghijauan lingkungan tempat ibadah agar lebih nyaman dan produktif.

Kedua Pendampingan Pengembangan Objek Wisata. Dimana, ini Fokus pada Brujul Adventure dan potensi wisata lokal lainnya untuk meningkatkan daya tarik dan nilai ekonomi desa.

Ketiga adalah Pendampingan UMKM, yakni melalui pelatihan digital marketing, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing usaha mikro warga.

Dengan semangat kolaboratif, para mahasiswa berupaya membawa perubahan positif di bidang spiritual, sosial, dan ekonomi. “Sunrise With Qur’an” menjadi langkah awal yang sederhana namun berdampak besar dalam membentuk kebiasaan baik dan memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Program ini terbuka untuk umum dan diharapkan mampu menjadi rutinitas inspiratif yang berkelanjutan, bukan hanya selama masa KKN, tetapi juga ke depan sebagai budaya baru masyarakat Peniron.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com