KEBUMEN, Kebumen24.com — Semangat gotong royong masih menjadi nafas kehidupan masyarakat pedesaan. Hal itu tercermin dalam pembangunan Jembatan Guntur, yang menghubungkan Desa Rowokele, Kebumen, dengan Desa Buniayu, Banyumas. Kehadiran Relawan Kowara Kebumen menjadi salah satu bukti nyata kontribusi masyarakat untuk memajukan daerah secara bersama-sama.
Jembatan Guntur dibangun secara swadaya oleh masyarakat, demi mempermudah akses sehari-hari, mulai dari distribusi hasil pertanian, kegiatan pendidikan, hingga mendukung roda perekonomian warga. Dukungan Relawan Kowara Kebumen diberikan dalam bentuk tenaga dan donasi, yang menjadi suntikan semangat bagi panitia dan warga setempat.
Ketua Panitia Rehab Jembatan Guntur RT 02 RW 04 Buniayu, Iis Hariyanto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi. Tak hanya Relawan Kowara, banyak pihak turut serta, termasuk pemerintah desa, perusahaan, dan usaha lokal.
“Alhamdulillah, total dana yang terkumpul mencapai Rp 81.103.000. Dana tersebut kami gunakan untuk pembelian material Rp 51.058.000, upah pekerja Rp 16.360.000, serta biaya operasional Rp 10.957.000. Setelah semua kebutuhan terpenuhi, masih ada sisa Rp 2.728.000,” jelas Iis, Kamis 10 Juli 2025.
Selain Relawan Kowara Kebumen, tercatat sejumlah donatur lain yang berkontribusi, di antaranya PT Buana Estetika, PTK CV Permata Tosu Kujor, PLO, Toko Mebel Berkah Taufiq, BUMDes Makmur Sejahtera, Air Minum “RADIVI”, TERABIT Network, KSA, Toko BBS Listrik & Rumah, AMSAR Wisuda Sajadah Kurnia Teknik, UD Sumber Rejeki, Sate Ayam Bang Mail, serta RIS.NET Internet Solution.
Kini, Jembatan Guntur telah selesai dibangun dan siap digunakan. Warga berharap, kehadiran jembatan ini akan meningkatkan mobilitas dan memperlancar aktivitas ekonomi, sekaligus mempererat hubungan antarwilayah.
“Semoga jembatan ini benar-benar menjadi manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi simbol kekompakan dan kepedulian kita semua,” tutup Iis.
Semangat gotong royong yang dihidupkan melalui pembangunan Jembatan Guntur menjadi teladan, bahwa pembangunan desa dapat berjalan optimal dengan kolaborasi dan kebersamaan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















