PemerintahanReligi

Berdiri Megah, Masjid Baitul Khasan Ponpes Al Hasani Diresmikan Wagub Jateng

1424
×

Berdiri Megah, Masjid Baitul Khasan Ponpes Al Hasani Diresmikan Wagub Jateng

Sebarkan artikel ini
Pemotongan pita Masjid Baitul Khasan, oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menandai awal baru sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial masyarakat.

ALIAN, Kebumen24.com — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meresmikan Masjid Baitul Khasan yang terletak di Komplek Pondok Pesantren Al Hasani, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen, Rabu (2/7/2025).

Momen bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, disambut antusias para santri, tokoh masyarakat, dan ribuan jamaah yang hadir. Masjid yang awalnya berdiri sejak 1954 itu kini tampil megah, lebih luas, dan nyaman, setelah melalui proses renovasi yang sudah mencapai 85 persen.

Berbagai tokoh penting hadir dalam acara ini, di antaranya Kepala Subdirektorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an Kemenag RI Aziz Syafiuddin, Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah, Rois Syuriah PCNU Kebumen KH Afifudin Chanif Al Hasani, Forkopimda, Forkopimcam Alian, pemerintah desa setempat, hingga pengusaha nasional Khayub M. Luthfi.

Dalam sambutannya, Gus Yasin sapaan akrab Wagub Jateng menekankan bahwa masjid bukan hanya sekadar tempat salat dan zikir. Lebih dari itu, masjid harus menjadi pusat pergerakan umat, ruang edukasi, hingga tempat memecahkan berbagai persoalan sosial.

“Masjid tidak hanya untuk salat dan zikir. Jadikan masjid sebagai pusat aktivitas, tempat belajar, berdiskusi, dan mencari solusi bersama,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menandatangani prasasti peresmian Masjid Baitul Khasan di hadapan para tokoh dan jamaah.

Gus Yasin mencontohkan Masjid Nabawi pada masa Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pengambilan keputusan penting umat.

“Masjid yang makmur adalah masjid yang hidup. Anak-anak belajar di sana, masyarakat berdiskusi, umat bersatu. Inilah benteng bangsa,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan berbagai program Pemprov Jawa Tengah untuk mendukung pesantren dan tokoh agama, termasuk program insentif bagi guru ngaji dan guru agama yang saat ini sudah menyentuh sekitar 50 persen penerima. Tahun depan, Gus Yasin berjanji akan mendorong peningkatan anggaran agar lebih banyak guru ngaji yang bisa merasakan manfaat.

Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga menggandeng PWNU untuk memperkuat layanan kesehatan pesantren melalui pembangunan klinik dan program pemeriksaan kesehatan gratis.

“Kami ingin pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi pusat pelayanan masyarakat,” jelasnya.

📸 Foto 3:
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen memotong tumpeng sebagai tanda rasa syukur.

Nadzir Masjid Baitul Khasan, Gus Lukman Hasan Al Hasani, menceritakan perjalanan masjid yang dulunya bernama Mushola Baitul Anwar. Di tengah masyarakat Jatimulyo yang dulunya didominasi warga abangan, kehadiran masjid ini menjadi tonggak syiar Islam dan memperkuat nilai keagamaan.

“Nama Baitul Khasan sendiri memiliki makna rumah kebaikan,” ungkapnya.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, turut menyambut baik selesainya renovasi masjid ini. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakapolda Jateng Irjen. Pol. Ahmad Luthfi melalui kontribusi Latif Usman yang turut membantu mendanai renovasi.

“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi wadah pembinaan masyarakat agar lebih religius dan harmonis. Semoga membawa keberkahan bagi seluruh warga,” ujarnya.

Acara peresmian diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai simbol rasa syukur atas hadirnya Masjid Baitul Khasan yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Jatimulyo.(K24/ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com