KEBUMEN, Kebumen24.com — Mexolie Hotel Kebumen kembali mencuri perhatian dengan terobosan berani di bidang lingkungan. Melalui program bertajuk “Check-In for Change” yang resmi diluncurkan sejak Juni 2025, hotel bersejarah ini sukses menjadi pelopor hotel pertama di Kebumen yang mengelola 100% sampah operasionalnya tanpa sedikit pun berakhir di tempat pembuangan akhir.
Hotel yang berdiri di bekas pabrik minyak kelapa era kolonial ini kini tak sekadar menawarkan kenyamanan, tetapi juga membawa misi besar sebagai agen perubahan. Salah satu kuncinya adalah inovasi pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot (larva lalat Black Soldier Fly/BSF). Cara ini terbukti mampu mengurai sampah hingga 90% lebih cepat dibanding metode kompos biasa, sekaligus menghasilkan protein alami sebagai pakan ternak ramah lingkungan.
“Hotel bukan hanya soal tempat tidur nyaman, tapi juga harus bisa menjadi motor perubahan bagi masyarakat. Kami ingin sampah tidak hanya sekadar hilang, tetapi bisa dihidupkan kembali untuk mendukung ekonomi warga sekitar,” tegas General Manager Mexolie Hotel Kebumen, Setiawan Hadi Saputro, Rabu (1/7/2025).
Melalui program ini, Mexolie menggandeng masyarakat sekitar dalam ekosistem ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi pakan maggot dan kompos untuk taman hotel, sedangkan sampah plastik non-bernilai diubah menjadi briket semen. Sementara itu, sampah anorganik lainnya disalurkan ke komunitas daur ulang agar tetap memiliki nilai ekonomi.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, lebih dari 40% sampah di Indonesia merupakan sampah organik. Kehadiran maggot sebagai solusi inovatif dinilai relevan dan potensial untuk direplikasi di banyak daerah.
Selain berkontribusi mengurangi sampah, Mexolie juga sejalan dengan tren pariwisata berkelanjutan yang kian diminati. Berdasarkan survei Kemenparekraf 2024, sebanyak 71% wisatawan domestik kini memilih penginapan yang peduli pada isu lingkungan dan sosial.
Kebumen sendiri sedang gencar mengembangkan wisata edukasi lingkungan, seperti kawasan Pantai Mirit dan Karangsambung. Kehadiran Mexolie menjadi bukti nyata bahwa sektor perhotelan mampu menjadi motor penggerak ekosistem lokal yang lebih hijau dan inklusif.
“Check-In for Change bukan sekadar mengurangi sampah hotel, tetapi juga membangun ekosistem mini yang melibatkan warga sekitar. Kami ingin Mexolie benar-benar hadir memberi dampak positif dan makna bagi masyarakat,” tambah Setiawan.
Dengan konsep yang menggabungkan sejarah, kenyamanan modern, dan kepedulian lingkungan, Mexolie Kebumen kini bukan hanya menjadi destinasi menginap, tetapi juga inspirasi bagi industri perhotelan lainnya. Sebagai bagian dari jaringan Liberta Hotels, Mexolie berkomitmen terus berinovasi demi keberlanjutan, menghadirkan pengalaman menginap yang tak hanya hangat, tetapi juga penuh makna.(K24/)*
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















