SULAWESI TENGGARA, Kebumen24.com — Sebuah masjid megah kini menjadi pusat perhatian di Kelurahan Lampuko, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Masjid Al-Ikhlas, yang berdiri dengan arsitektur modern bernuansa hijau mint dan atap asimetris dinamis, tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga hadir sebagai ikon religius dan inspirasi bagi masyarakat setempat.
Masjid yang diresmikan Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, pada 18 Agustus 2024 ini menjadi simbol kebangkitan dan harapan. Sebelumnya, proyek pembangunan masjid sempat mandek selama bertahun-tahun. Bangunannya hanya setinggi satu meter dan tidak presisi, hingga membuat masyarakat putus asa.
“Saya awalnya menolak saat diminta memimpin pembangunan, tapi masyarakat percaya dan mendukung penuh. Alhamdulillah, Allah memberi jalan,” ungkap Laode Asri Aziz, Ketua Pembangunan Masjid Al-Ikhlas dalam rilisnya, Sabtu 28 Juni 2025.
Titik balik terjadi pada akhir 2019, ketika Asri merekam video kerja bakti pembangunan masjid dan mengirimkannya kepada Wimba Prambada, Presiden Komisaris PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS). Respon cepat pun datang. “Insya Allah, Pak Haji, kita bantu,” balas Wimba saat itu.
Setelah survei mendalam, TMMS memutuskan membangun ulang masjid dari awal karena kondisi lama tidak layak. Keputusan ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat yang trauma gagal, namun Asri berhasil meyakinkan mereka.
Dengan ukuran sekitar 25 x 25 meter dan dua lantai, Masjid Al-Ikhlas tampil menonjol. Dominasi warna hijau mint dipadukan dengan putih pada ornamen geometris Islam, serta abu-abu metalik pada atap. Menara tinggi berhias kaligrafi “Allah” semakin mempertegas keanggunannya.
“Sekarang orang-orang yang lewat selalu singgah. Masjid ini benar-benar berbeda, gagah, dan jadi kebanggaan kami,” ujar Asri penuh bangga.
Masjid Al-Ikhlas kini menjadi pusat aktivitas keagamaan. Selama Ramadan, takjil rutin digelar setiap hari. “Hari pertama kami pengurus yang menyiapkan, selanjutnya masyarakat bergiliran. Semua merasa memiliki,” tambah Asri.
Tak hanya memperkuat spiritual masyarakat, masjid ini juga mendorong kawasan Moramo menjadi destinasi wisata religi. Banyak pengunjung datang untuk beribadah sekaligus berfoto, menjadikan Masjid Al-Ikhlas sebagai landmark baru Sulawesi Tenggara.
Wimba Prambada menegaskan, pembangunan masjid ini adalah wujud nyata komitmen TMMS untuk tumbuh bersama masyarakat. “Masjid ini bukan sekadar proyek, tapi hasil kolaborasi luar biasa dengan masyarakat Moramo. Ini adalah keberhasilan bersama,” tegasnya.
Direktur PT TMMS, Herryan Syahputra, menyebut pembangunan Masjid Al-Ikhlas sebagai tonggak sejarah CSR perusahaan. “Kami ingin menghadirkan dampak berkelanjutan, tidak hanya di bidang infrastruktur, tapi juga dalam pendidikan dan pengembangan bakat,” ujarnya.
PT TMMS yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan dan penyewaan alat berat, membuktikan bahwa kehadiran dunia usaha bisa melahirkan perubahan sosial yang positif dan mendalam.
Kini, Masjid Al-Ikhlas berdiri kokoh sebagai simbol harapan dan persatuan, menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan keikhlasan mampu mengubah kesulitan menjadi kebanggaan bersama.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















