PendidikanReligi

Halal Bihalal Akbar Guru Ngaji dan Pengasuh Ponpes di Kebumen, RMI NU Tekankan Penguatan Ukhuwah dan Pendidikan Keagamaan

136
×

Halal Bihalal Akbar Guru Ngaji dan Pengasuh Ponpes di Kebumen, RMI NU Tekankan Penguatan Ukhuwah dan Pendidikan Keagamaan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Ribuan pengasuh pondok pesantren, guru ngaji, pengelola TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), hingga dewan asatidz dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen memadati kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Akbar yang digelar di Pondok Pesantren An Nahdiyah SMK Ma’arif 1 Kebumen, Sabtu (18/4/2026).

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini digelar dalam suasana Syawal yang sarat makna kebersamaan. Momentum tersebut menjadi ajang penting untuk mempererat tali silaturahmi antarpendidik keagamaan sekaligus memperkuat peran strategis mereka dalam membangun generasi berakhlakul karimah.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kasubdit Pesantren dan Pendidikan Al-Qur’an Kementerian Agama RI Aziz Syafiyudin, Pengasuh Pondok Pesantren Salaf API Tegalrejo Magelang KH Nur Makhin Khudlori, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen Anif Solikhin, serta para kiai dan tokoh ulama lainnya.

Ketua RMI PCNU Kebumen, KH Johan Amru Alhafidz, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai sarana memperkuat ukhuwah islamiyah dan saling memaafkan setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Momentum ini harus kita jadikan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan keagamaan. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran para guru pondok pesantren, Madin, dan TPQ dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

“Di tangan panjenengan semua lahir generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kualitas pendidikan serta terus menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah,” tambahnya.

Lebih lanjut, KH Johan mengajak seluruh elemen untuk menjadikan bulan Syawal sebagai titik awal memperbaiki diri, memperkuat komitmen dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama, serta meningkatkan dedikasi dalam dunia dakwah dan pendidikan.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, komunikasi dan koordinasi antar lembaga pendidikan keagamaan di Kebumen, khususnya di wilayah Kecamatan Puring, semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mari kita terus menjaga kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan istiqamah dalam perjuangan di jalan dakwah dan pendidikan,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com