PemerintahanReligi

Gebyar Halalbihalal Tlogopragoto, Bupati Kebumen dan KH Anwar Zahid Sapa Ribuan Jemaah di Mirit

552
×

Gebyar Halalbihalal Tlogopragoto, Bupati Kebumen dan KH Anwar Zahid Sapa Ribuan Jemaah di Mirit

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Ribuan masyarakat memadati halaman Masjid Al-Iman, Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Selasa (14/4/2026), dalam kegiatan pengajian akbar bertajuk Gebyar Halalbihalal. Kegiatan ini menghadirkan penceramah kondang asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, yang memberikan tausiyah penuh makna kepada para jemaah.

Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan kehadiran Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, didampingi jajaran Staf Ahli Bupati, Forkopimcam Mirit, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pengurus takmir masjid.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kebumen dalam momentum Halalbihalal. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan dan responsif.

Tak hanya itu, Bupati menyoroti pentingnya perlindungan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

“Pemerintah terus berupaya menjadikan Kebumen sebagai Kabupaten Layak Anak melalui layanan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat,” ungkapnya.

Di sektor pembangunan infrastruktur, Bupati memaparkan sejumlah proyek yang telah dan akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Mirit. Setelah perbaikan jalan Gentan–Mirit Petikusan dan Kabekelan–Lembupurwo pada 2025, tahun ini dilanjutkan pembangunan jalan Sarwogadung–Bonorowo senilai Rp5 miliar, Sarwogadung–Tlogopragoto Rp1 miliar, peningkatan jalan Sirnoboyo–Tlogopragoto, serta pelebaran Jembatan Kalimati.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Anwar Zahid mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak dalam euforia pasca-Ramadan yang berlebihan, terutama dalam hal konsumsi makanan.

“Ibadah Ramadan seharusnya membentuk kedisiplinan, bukan malah dibalas dengan pola hidup yang merugikan kesehatan,” pesannya.

Ia juga menjelaskan bahwa makna Idulfitri sejati terletak pada keberhasilan menjalankan empat amalan utama, yakni takbiran, zakat fitrah, salat Id, dan silaturahmi.

“Syukur-syukur dilanjutkan dengan puasa sunah Syawal,” tambahnya.

KH Anwar Zahid turut mengajak seluruh jemaah untuk menjaga konsistensi ibadah dan perilaku baik di bulan-bulan setelah Ramadan, agar nilai-nilai kebaikan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com