KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai Festival Gelar Karya Galeri Expo dan Akhirussanah angkatan ke-23 TKIT Ulil Albab Kebumen Tahun Ajaran 2024/2025 yang digelar Minggu, 25 Mei 2025. Tak sekadar ajang unjuk karya, momen ini menjadi tonggak penting gerakan sekolah ramah anak melalui Deklarasi Anti-Perundungan yang turut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Mengangkat tema “Menuju Generasi Qurani yang Berkarakter, Berdaya, dan Berbudaya”, acara ini tak hanya menjadi ajang pelepasan 136 siswa kelompok B yang telah menuntaskan masa belajarnya, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan penuh kasih.
Turut hadir dalam acara ini Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Nurjanah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Ketua Yayasan Ulil Albab Mukhsinul Mubarok, serta Kepala TKIT Ulil Albab Umi Salamah, bersama ratusan orang tua dan wali murid.
Bupati Apresiasi Guru dan Anak Didik
Dalam sambutannya, Bupati Lilis tak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap para siswa TKIT Ulil Albab. Ia menyebut anak-anak telah menunjukkan keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri yang luar biasa.
“Mereka telah belajar, bermain, berkarya, berdoa, dan hari ini tampil luar biasa di depan orang tua dan teman-temannya. Terima kasih kepada para guru, pelita yang menuntun anak-anak menuju masa depan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bebas dari tekanan, dan jauh dari kekerasan.
“Anak-anak butuh pelukan, bukan bentakan. Butuh teladan, bukan sekadar perintah,” tegasnya penuh makna.
Penandatanganan Deklarasi: Komitmen Lawan Perundungan
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Anti-Perundungan, yang menjadi langkah konkret TKIT Ulil Albab dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara fisik dan mental. Bupati Lilis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen menjadikan daerah ini sebagai Kabupaten Ramah Anak.
“Insya Allah, Kebumen akan menjadi tempat di mana anak-anak tumbuh tanpa rasa takut, tanpa tekanan, dan tanpa kekerasan,” ucapnya.
Kolaborasi Pendidikan dan Pelayanan Publik
Ketua Yayasan Ulil Albab, Mukhsinul Mubarok, menambahkan bahwa lembaganya berkomitmen membentuk anak-anak sejak dini dengan dasar kuat ilmu agama dan karakter mulia.
“Prinsip kami adalah ngaji sak sekolahe. Di sini, anak-anak bukan hanya belajar akademik, tapi juga belajar Al-Qur’an, bahkan sebagian besar sudah khatam dengan tartil di usia sangat dini,” jelasnya.
Kepala TKIT Ulil Albab, Umi Salamah, menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh 241 peserta dari Kelompok A dan B. Ia berharap lulusan tahun ini akan menjadi generasi penerus yang Qurani, berkarakter, berdaya, dan berbudaya.
Tak hanya edukatif, acara juga menghadirkan layanan publik gratis untuk masyarakat, seperti pemeriksaan kesehatan, pembuatan KIA/IKD oleh Disdukcapil, serta layanan konseling pendidikan dari perguruan tinggi swasta.
Langkah-langkah progresif seperti ini membuktikan bahwa pendidikan usia dini bukan sekadar tentang membaca dan menulis, tapi juga membangun pondasi karakter yang kuat dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















