KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen menyambut positif rencana pelaksanaan agenda internasional yang melibatkan International Union of Geological Sciences (IUGS) dan UNESCO di kawasan Karangsambung pada 18–21 Januari 2027.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi dan kunjungan kerja Badan Geologi bersama Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) di Kabupaten Kebumen. Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan untuk mengoptimalkan potensi Geopark Kebumen agar semakin dikenal di tingkat internasional.
Rombongan Badan Geologi dan KNGI terdiri atas Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Ir. Agus Cahyono Adi, M.T., serta Anggota Dewan Pakar KNGI, Dr. Rudy Suhendar, M.Sc., dan Liela Ubaidi, MBA.
Mereka diterima langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani di ruang kerjanya. Turut mendampingi Bupati, Asisten II Sri Kuntarti, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Frans Haidar, Plt. Kepala Bapperida Haryono Wahyudi, serta perwakilan Badan Pengelola Geopark Kebumen.
Agenda IUGS-UNESCO tersebut diperkirakan akan menghadirkan delegasi dari sekitar 60 negara. Karangsambung dipilih karena memiliki nilai penting dalam pengembangan ilmu kebumian dan telah lama menjadi kawasan pendidikan serta penelitian geologi.
Kawasan Karangsambung juga memiliki posisi strategis karena telah ditetapkan sebagai cagar alam geologi. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh, termasuk melalui gagasan menjadikan Karangsambung sebagai center of excellence atau pusat unggulan dalam bidang ilmu geologi.
Kegiatan internasional itu nantinya tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan geologi Karangsambung dan Geopark Kebumen kepada komunitas ilmiah dunia.
Materi yang akan dibahas antara lain pengembangan ilmu kebumian, peningkatan kapasitas, penyusunan dossier geopark, mitigasi bencana alam, energi terbarukan, perubahan iklim, hingga pengelolaan sumber daya air.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap agenda tersebut. Menurutnya, momentum internasional ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fungsi edukasi Geopark Kebumen sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan di mata dunia.
“Pemkab Kebumen sangat mendukung kegiatan yang akan diadakan pada Januari 2027 ini. Kami ingin agar Geopark Kebumen dapat berfungsi secara optimal sebagai sarana edukasi publik,” ujar Lilis.
Ia menambahkan, dari sisi fasilitas pendukung, Kampus Lapangan Karangsambung telah memiliki penginapan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan. Pemkab Kebumen juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan sesuai kebutuhan pelaksanaan acara.
Kepala Disparbud Kebumen Frans Haidar mengatakan pihaknya siap mendukung penyelenggaraan kegiatan dan menyambut para delegasi dari berbagai negara.
Koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan, khususnya menyangkut kesiapan teknis, perizinan, serta kedatangan delegasi asing selama berada di Kebumen.
Menurut rencana, rangkaian kegiatan di Karangsambung akan berlangsung pada 18–21 Januari 2027. Setelah itu, agenda dilanjutkan di Yogyakarta hingga 27 Januari 2027.
Di Karangsambung, kegiatan akan diawali dengan UNESCO Geopark Event dan IUGS Workshop di Kampus Lapangan Karangsambung. Agenda tersebut mencakup pelatihan langsung, peningkatan kapasitas, penyusunan dossier, serta diskusi dengan para ahli terkait berbagai isu kebumian dan lingkungan.
Sementara di Yogyakarta, rangkaian kegiatan dijadwalkan meliputi Welcome Reception, IUGS Executive Committee Meeting Open Session, IUGS Gala Dinner, Field Trip, hingga IUGS Executive Committee Meeting Closed Session.
Kegiatan tersebut akan melibatkan unsur UNESCO, IUGS, pengelola geopark, kementerian, serta mitra dan kolega nasional maupun internasional.
Selain membahas persiapan agenda internasional, audiensi juga menyinggung persoalan lingkungan di sekitar aliran Sungai Lukulo, khususnya aktivitas penambangan pasir.
Isu tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan kawasan yang memiliki nilai geologi penting. Persoalan penambangan pasir selanjutnya akan dibahas lebih mendalam melalui koordinasi bersama instansi terkait.
IUGS sendiri merupakan organisasi ilmiah internasional di bidang ilmu kebumian yang berdiri sejak 1961 dan menjadi bagian dari International Science Council (ISC). Organisasi tersebut menjadi wadah kerja sama ilmuwan kebumian dari berbagai negara dan memiliki peran dalam pengembangan serta koordinasi ilmu geologi di tingkat global.
Dengan adanya agenda IUGS-UNESCO di Karangsambung, Pemkab Kebumen berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi tujuan wisata geologi, tetapi juga semakin kuat sebagai ruang pendidikan, penelitian, pertukaran ilmu pengetahuan, dan pengembangan geopark berstandar internasional.
Jika terlaksana dengan baik, kehadiran para ahli dan delegasi internasional juga menjadi peluang strategis bagi Kebumen untuk memperkenalkan potensi geologi, budaya, pariwisata, serta berbagai keunggulan daerah kepada dunia.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















