KEBUMEN, Kebumen24.com — Polres Kebumen terus mendorong peningkatan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kalangan pelajar. Kali ini, seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kebumen mendapat edukasi mengenai pemanfaatan AI sekaligus cara menyikapi derasnya informasi di ruang digital, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polres Kebumen Paham AI yang digelar secara bergilir di sejumlah sekolah. Program ini berada di bawah naungan Senopati Institut dan berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna mengatakan, perkembangan AI memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan, khususnya dalam menghadapi informasi yang beredar di media sosial.
“Pelajar harus memahami bahwa tidak semua informasi yang mereka lihat di media sosial adalah benar. Apalagi sekarang AI dapat digunakan untuk membuat foto, video, suara, maupun tulisan yang terlihat sangat meyakinkan,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna.
Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Pelajar harus terbiasa memeriksa sumber, membandingkan informasi, serta memastikan kebenaran sebuah konten sebelum mempercayai maupun membagikannya.
“Jangan hanya karena kontennya terlihat nyata kemudian langsung dipercaya. Di era AI, kita harus semakin kritis dan selektif,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Polres Kebumen juga mendorong pelajar agar tidak sekadar menjadi pengguna AI, tetapi memahami risiko yang dapat muncul dari perkembangan teknologi tersebut.
“Kami ingin anak-anak muda ini mampu memanfaatkan AI untuk hal-hal positif, terutama untuk belajar dan mengembangkan diri. Pada saat yang sama, mereka harus memiliki filter yang kuat ketika menerima informasi di ruang digital,” kata Kapolres.
Salah seorang siswa, Rifaldi, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai AI penting diberikan kepada pelajar karena teknologi kini semakin mudah dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu.
“Pelatihan ini sangat penting karena sekarang banyak informasi hoaks yang dibuat menggunakan AI. Jadi kami sebagai pelajar harus lebih selektif dalam menerima informasi, terutama di media sosial,” kata Rifaldi.
Ia menilai media sosial menjadi ruang yang sangat terbuka bagi penyebaran informasi. Tanpa kemampuan menyaring informasi, pelajar dapat dengan mudah menerima bahkan ikut menyebarkan konten yang belum tentu benar.
Program Polres Kebumen Paham AI sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah sekolah, di antaranya SMA Pejagoan dan SMK Negeri 2 Kebumen. Setiap pekan, para trainer yang telah disiapkan Polres Kebumen berpindah ke sekolah berbeda untuk memberikan edukasi kepada para pelajar.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, etika penggunaan AI, cara memerangi hoaks dengan bantuan AI, hingga teknik membuat prompt. Pelajar juga dikenalkan dengan cara mengenali informasi palsu dan deepfake.
Melalui edukasi tersebut, Polres Kebumen berharap pelajar dapat memanfaatkan perkembangan AI secara positif sekaligus memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus konten digital.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















