Pemerintahan

Bupati Lilis Dukung FERSIA: Wujudkan Air Bersih Setara untuk Semua

965
×

Bupati Lilis Dukung FERSIA: Wujudkan Air Bersih Setara untuk Semua

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mewujudkan layanan air minum yang inklusif dan setara semakin kuat. Melalui dukungan terhadap Forum Pelaksana GEDSI PERPAMSI (FERSIA), Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan siap mendorong pengarusutamaan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam pelayanan air bersih di wilayahnya.

Dukungan ini mencuat dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FERSIA yang digelar di Hotel Trio Mall, Kebumen, 22–23 Mei 2025. FERSIA merupakan forum nasional di bawah naungan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) yang mengintegrasikan prinsip GEDSI—Gender Equality, Disability, and Social Inclusion—ke dalam kebijakan dan operasional perusahaan air minum di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Zaeni Miftah mewakili Bupati Lilis menerima jajaran pengurus FERSIA di Rumah Dinas. Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka untuk kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan akses air bersih bagi semua kalangan.

“FERSIA menjadi ruang berbagi yang independen untuk memperkuat kolaborasi. Akses air minum yang aman harus menyentuh ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya,” ujar Wabup Zaeni.

Ketua FERSIA yang baru, Teddy Setiabudi, mengungkapkan bahwa Rakernas kali ini tidak hanya membahas pergantian pengurus, tetapi juga menegaskan arah perjuangan FERSIA dalam mendorong kesetaraan di seluruh Perumda Air Minum di Indonesia.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan legislatif untuk mewujudkan air aman yang bisa diakses semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” tegas Teddy.

Direktur PDAM Kebumen, Zein Mustain, yang juga menjabat sebagai Bendahara FERSIA, menambahkan bahwa akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, termasuk di Kebumen.

“Air bersih berpengaruh langsung pada stunting dan kualitas hidup masyarakat. GEDSI harus masuk ke dalam rencana kerja semua PDAM,” jelas Zein.

Sebagai catatan, kebijakan pengarusutamaan gender sudah memiliki payung hukum melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000. FERSIA mendorong seluruh BUMD air minum mengadopsi prinsip tersebut dalam rencana bisnis masing-masing.

Menariknya, PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen berhasil mendapatkan hibah sebesar Rp6,7 miliar dari Pemerintah Australia melalui program KIAT (Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur) sebagai apresiasi atas kinerjanya.

“Hibah ini juga menjadi peluang untuk memperluas jangkauan layanan inklusif, termasuk mendukung fasilitas untuk disabilitas,” ujar Poppy Wijaya dari KIAT Indonesia.

Dengan dukungan lintas sektor dan kepemimpinan daerah yang responsif, Kebumen menjadi salah satu daerah yang menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan air minum yang setara dan berkeadilan sosial.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.