KEBUMEN, Kebumen24.com– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Masjid Hidayaturrosyidin, Desa Kembangsawit, Kecamatan Ambal, Selasa (18/3/2025). Kegiatan ini menjadi strategi pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta memastikan akses kesehatan bagi warga kurang mampu.
Bekerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Petani (BUMP), dan distributor bahan pokok, Pemkab Kebumen menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Tidak hanya itu, acara ini juga dirangkaikan dengan Pengajian Duha serta pembagian sayuran gratis kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto, yang mewakili Bupati Kebumen Lilis Nuryani, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya, tetapi juga menegaskan peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi warga.
“Kami sengaja mengadakan kegiatan ini di masjid untuk menegaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang memberi manfaat luas bagi umat. Dengan kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan pangan murah dan akses layanan kesehatan dalam satu tempat,” ujar Sekda Edi.
Gerakan Pangan Murah ini merupakan program rutin Pemkab Kebumen yang semakin intensif dilakukan menjelang Lebaran. Tujuannya adalah untuk menekan lonjakan harga bahan pokok serta menjaga stabilitas pasokan pangan di pasaran.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pagi, bahan pangan yang dijual langsung diserbu pembeli,” kata Edi.
Beberapa komoditas pangan yang ditawarkan dalam GPM kali ini antara lain beras seharga Rp10.600 per kilogram, telur Rp22.500 per kilogram, bawang merah Rp17.000 per kilogram, bawang putih Rp30.500 per kilogram, cabai rawit Rp36.600 per kilogram, minyak goreng Rp14.000 per liter, dan gula pasir Rp14.500 per kilogram. Komoditas ini sebagian besar berasal dari hasil pertanian lokal, sehingga sekaligus mendukung petani daerah.
Edi Rianto juga menambahkan bahwa GPM akan diperluas ke wilayah-wilayah dengan kantong kemiskinan ekstrem. Sebanyak 106 desa, yang terdiri dari 91 desa miskin ekstrem dan 15 desa rawan pangan, menjadi sasaran utama program ini. Selain itu, operasi pasar juga dilakukan sebagai upaya menekan kenaikan harga beras di pasaran.
“Kami akan terus menjalankan program ini agar masyarakat, terutama yang kurang mampu, dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkas Edi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga memperoleh layanan kesehatan yang memadai menjelang Idul Fitri.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















