PERISTIWAPertanian

Awal Ramadan, Nelayan Pantai Selatan Kebumen Libur Melaut

1036
×

Awal Ramadan, Nelayan Pantai Selatan Kebumen Libur Melaut

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Memasuki bulan suci Ramadan, ratusan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memilih untuk tidak melaut., Sabtu 1 Maret 2025. Tradisi ini dilakukan agar mereka dapat menjalankan ibadah puasa bersama keluarga di awal Ramadan.

Sedikitnya 200 perahu nelayan di Pantai Pedalen, Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, tampak berjejer rapi di tepi pantai pada Sabtu, 1 Maret 2025. Para nelayan memutuskan untuk berhenti sejenak dari aktivitas menangkap ikan dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Ya, untuk nelayan menyambut bulan suci Ramadan kita libur total. Selanjutnya, seperti biasa, satu hari libur lagi untuk menyambut 1 Syawal,” ujar Kasikin, salah satu nelayan Pantai Pedalen. Ia menambahkan bahwa libur melaut ini tidak hanya berlaku bagi nelayan Pantai Pedalen, tetapi juga menjadi tradisi nelayan di sepanjang pesisir selatan Kebumen, mulai dari Pantai Ayah, Jetis, hingga Menganti.

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci, masa libur ini juga dimanfaatkan oleh nelayan untuk memperbaiki perahu dan jaring yang mengalami kerusakan. Dengan demikian, saat kembali melaut, mereka siap menghadapi tantangan di laut.

Sementara itu, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan para nelayan untuk menunda aktivitas melaut. Suparno, nelayan lainnya, menyebut bahwa dalam beberapa waktu terakhir, angin dari barat daya cukup kencang dan berpotensi menimbulkan gelombang tinggi.

“Kemarin 42 hari angin dari barat daya, itu biasanya banyak nelayan yang memilih libur karena cuacanya kurang bersahabat. Kalau angin seperti itu, gelombangnya besar dan cukup berbahaya,” jelas Suparno.

Para nelayan berharap, saat kembali melaut nanti, kondisi cuaca lebih bersahabat dan hasil tangkapan ikan melimpah. Biasanya, setelah libur dua hari di awal Ramadan, mereka kembali beraktivitas hingga menjelang Lebaran, yang oleh para nelayan disebut sebagai ‘mudik melaut’.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.