OpiniPendidikanReligi

Peran Islam Dalam Ilmu Pengetahuan

1671
×

Peran Islam Dalam Ilmu Pengetahuan

Sebarkan artikel ini
apt.Eka Wuri Handayani., MPH ( Mahasiswa Doktoral Ilmu Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta )Dosen Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong

Artikel di tulis oleh apt.Eka Wuri Handayani., MPH ( Mahasiswa Doktoral Ilmu Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ) Dosen Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pada hakikatnya ilmu pengetahuan bertujuan untuk mencari kebenaran ilmiah yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Dengan ilmu pengetahuan maka setiap manusia akan bisa mendapatkan sebuah kebenaran melalui proses-proses tertentu baik dengan melakukan penelitian ilmiah maupun dengan bebagai cara lainnya. Ilmu pengetahuan dalam Islam dipandang sebagai kebutuhan manusia dalam mencapai kesejahteraan hidup didunia dan memberi kemudahan dalam mengenal Tuhan. Islam menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat kesejahteraan manusia yang didasarkan pada nilai-nilai ilahiyah serta diarahkan bagi tujuan-tujuan kemanusiaan, Agama Islam menempatkan Ilmu pengetahuan diatas dasar keimanan dan ketakwaan. Pengembangannya merupakan tugas manusia yang beriman kepada Allah SWT. Allah SWT. Berfirman dalam QS. Al-Mujadalah Ayat 11 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”

Maka dari itu, berbahagialah bagi kita yang mempunyai ilmu pengetahuan. Karena dalam QS. Al Mujadalah : 11, telah dijelaskan bahwa Allah SWT. Akan mengangkat derajat orang yang berilmu. Jadi dalam Islam dengan mempunyai ilmu pengetahuan maka seorang insan manusia diharapkan dapat dengan mudah mengenal Allah SWT. Dan tentunya menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

PANDANGAN ISLAM TENTANG ILMU SAINS

Ilmu-ilmu sains dipelajari dalam islam yang bertumpu pada kajian ayat-ayat yang ada dijagat raya (ayat Kauniyah) menggunakan metode kajian eksperimen di laboratorium dengan syarat-syarat dan langkah-langkahnya yang teruji oleh para ahli. Dan melalui metode eksperimen ini maka dihasilkan ilmu ilmu alam seperti biologi, fisika, pertanian, kedokteran, kehewanan, perhutanan, perairan, perudaraan, percuacaan, dan sebagainya yang didalamnya juga terdapat berbagai teori mazhab yang tidak sepenuhnya sama.

Tokoh ilmuan Islam yang pernah mempraktikan ilmu sains, misalnya Ibnu Sina. Karya ibnu sina salah satunya adalah Kitab Asy-Syifa’ (terdiri dari 18 jilid, ditulis ketika ia bermukim di Hamadan). Kitab ini merupakan ensiklopedia berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti filsafat, logika, dan ilmu pengetahuan alam. Dalam buku ini Ibnu Sina membahas fenomena alam yang penting seperti terbentuknya gunung, sebab sebab terjadinya gempa bumi, terbentuknya awan dan kabut, jatuhnya air hujan, salju dan dingin, terbentuknya sungai es (gletser), terjadinya pengembunan, jatuhnya meteor, munculnya pelangi, dan berbagai fenomena alam dan perbintangan lainnya.

Ibnu sina juga mempelajari Ilmu kedokteran yang dikembangkan berdasarkan pada konsep tentang jiwa manusia yang terdiri dari unsur jasmani dan rohani yang saling berhubungan dan mempengaruhi antara satu dan lainnya. Konsep jiwa manusia itu dipengaruhi oleh pandangan filsafatnya yang di jiwai Al-quran. Karena itu pengobatan yang ia lakukan tidak hanya menggunakan pendekatan ilmu murni fisik semata-mata, melainkan terpadu dengan konsep jiwa. Suatu ilmu kedokteran yang melihat manusia bukan semata-mata sebagai mahluk biologis fisikal, melainkan sebagai mahluk psikologis spiritual. Ilmu kedokteran yang bukan semata mata bertumpu pada analisis yang serba mekanis akademis, melainkan juga ilmu kedokteran yang bersahabat dengan alam dan lingkungan. Ilmu kedokteran yang melihat bahwa obat-obatan yang berasal dari alam sebagai alternatif yang tidak kalah pentingnya dari obat-obatan yang diolah secara teknologi. Selain itu ilmu kedokteran yang dikembangkannya juga bukan ilmu kedokteran yang arogan yang melihat kesembuhan pasien sebagai disebabkan oleh satu-satunya bantuan medis, melainkan kesembuhan itu juga berkat anugerah Tuhan.

Dengan demikian ilmu kedokteran yang dikembangkan adalah ilmu kedokteran yang memadukan antara usaha dan doa. Ilmu kedokteran yang tidak mengenal jalan buntu. Karena diatas usaha medis masih ada lagi usaha medis yang dilakukan dengan pendekatan pada tuhan. Ilmu kedokteran yang Islami ini adalah ilmu kedokteran yang akan memberikan pencerahan dan optimisme kepada manusia.(k24).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.