KEBUMEN, Kebumen24.com- Dua tim asal Kebumen, Persak dan PS Ebod Jaya dipastikan gagal merumput di babak penyisihan fase grup.Gelaran Liga 3 Jawa Tengah 2022. Ini setelah Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah mengeluarkan surat tentang penundaan kompetisi adanya tragedi insiden di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Keputusan penundaan kompetisi itu berdasar rapat darurat serta merujuk pada arahan presiden Joko Widodo terkait evaluasi kompetisi. Dalam surat resmi Asprov Jateng dijelaskan bahwa penundaan pelaksanaan kompetisi ditunda sampai sepekan kedepan.
Hal ini juga sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian atas insiden mematikan usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya. Pihak komite kompetisi selanjutnya bakal segera menyusun penyesuaian jadwal lanjutan sembari menunggu arahan dari pemerintah dan PSSI pusat.
“Bersama ini Asprov PSSI Jateng memutuskan penundaan sementara pelaksanaan kompetisi Counterpain Liga 3 Jateng hingga satu pekan,” demikian bunyi surat yang diterima Minggu 2 Oktober 2022.
Berdasarkan Informasi dihimpun, jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 100 orang bermula saat para supporter fanatik Arema FC ke lapangan pasca pertandingan berakhir. Mereka tidak puas atas kekalahan hasil pertandingan di kandang sendiri. Lantas aparat keamanan memutuskan melepas gas air mata untuk meredam aksi masa yang kian tak terkendali.
Catatan pihak polisi terdapat 127 korban meninggal dunia dengan dua diantaranya merupakan petugas kepolisian. Selain korban jiwa, dalam insiden memilukan itu juga terdapat 10 kendaraan mengalami kerusakan. Kematian ratusan orang tersebut dipicu sesak nafas akibat lontaran gas air mata serta terinjak-injak satu dengan yang lain ketika mencoba keluar dari pintu stadion.
Terpisah, Manager Persak Kebumen Muhammad Fauhan menyampaikan, turut prihatin dan merasakan duka mendalam atas tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang tersebut. Menurutnya ini tentu menjadi catatan kelam sepak bola Indonesia. Karena itu, ia mengajak kepada pemain dan supporter menahan diri ketika terjadi kemelut ketika pertandingan.
“Turut berduka cita mendalam dengan kejadian kemarin malam. Pengalaman ini tentu harus menjadi perhatian bersama termasuk supporter di Kebumen,” ucap Fauhan.
Hal senada diutarakan Ketua Umum Persak Kebumen H, Tursino. Pihaknya menyampaikan duka yang mendalam bagi korban meninggal dan keluarga atas tragedi itu. Ia juga mengaku setuju liga dihentikan sementara selama satu pekan sembari menunggu langkah langkah Federasi dan investigasi dari kepolisian.
‘’Sebagai hormat dan duka kita terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan. Saya berharap semoga ini kejadian yang terakhir di sepak bola indonesia. Untuk supporter mari untuk lebih dewasa dalam memberikan dukung buat tim kebanggan. Fanatik yang tinggi terhadap club kebanggaan boleh boleh saja tapi harus lebih dewasa dalam mensikapi dari hasil pertandingan karena kalah menang dalan sepak sudah hal yang biasa,’’ucap Pengusaha yang akrab disapa Seno itu melalui pesan singkatnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















