PERISTIWA

Tolak Kenaikan BBM, Buruh dan Mahasiswa di Kebumen Gelar Aksi Unjuk Rasa

1286
×

Tolak Kenaikan BBM, Buruh dan Mahasiswa di Kebumen Gelar Aksi Unjuk Rasa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Adanya keputusan pemerintah menaikan harga BBM mendapat aksi penolakan di sejumlah daerah di Indonesia. Tak terkecuali di kabupaten Kebumen, dimana, ratusan mahasiswa dan buruh di Kebumen yang tergabung dalam aliansi “Kebumen Membara” menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai kurang memihak rakyat.

Aksi unjuk rasa dilakukan dengan berjalan kaki dari Gedung Haji Kebumen menuju Kantor DPRD Kebumen Jumat, 16 September 2022. Aliansi Kebumen Membara terdiri dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Kebumen), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kebumen, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kebumen serta Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kebumen.

Koordinator kegiatan dari PMII Kebumen Aris Widodo menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk menyuarakan aspirasi masyarkat adanya kenaikan BBM. Menurutnya kenaikan BBM saat ini akan berimbas pada kenaikan harga lainnya seperti harga kebutuhan pokok, jasa transportasi hingga sektor pertanian yang akan membebani masyarakat.

“Kami dari aliansi Kebumen Membara menolak dengan tegas adanya kenaikan harga BBM dari pemerintah. Menurut kami keputusan ini kurang tepat dikarenakan saat ini kondisi ekonomi masyarakat belum pulih akibat pandemi covid 19.” ucapnya.

Aris menjelaskan dalam aksi ini aliansi Kebumen Membara menuntut dua tuntutan kepada pemerintah pusat yaitu menolak kenaikan BBM dan untuk segera menurunkan harga BBM ke harga semula. Apabila tuntutan tersebut didapat terlaksana maka ia menuntut Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk berupaya membantu mengembalikan jual beli masyarakat hingga menaikan UKM di Kabupaten Kebumen.

“Jika tuntutan tersebut tidak bisa dipenuhi, maka kami meminta pemerintah Kabupaten Kebumen bersama DPRD Kabupaten Kebumen untuk berpihak kepada rakyat kabupaten kebumen dengan cara : 1. Memberikan upaya real guna menekan laju inflasi dan mengembalikan daya beli masyarakat. 2. Naikan UMK secara signifikan. 3, Perlindungan terhadap masyarakat ekonomi rentan. 4 Menyampaikan seluruh tuntutan masa aksi kepada Pemerintah Pusat.” pungkasnya. (K24/Ilham).

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.