KARANGANYAR, Kebumen24.com,- Kerajinan Anyaman pandan Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen, kini mulai merambah pasar nasional. Pesanan datang dari berabagi kota besar, seperti Bali, Kalimantan, Malang, Yogyakarta dan bogor.
Salah seorang perajin anyaman pandan Wagirah mengaku pernah mendapatkan orderan sebanyak 3000 buah jenis dompet anyaman pandan dari luar kota. Untuk proses pengerjaannya, ia melibatkan kaum ibu warga setempat.
” Tempat dompet tolak angin kemarin pesenan itu 3000 buah, kalo yang beli ya rata rata dari lokalan Kebumen, kalo yang online sampai ke Bogor, Jakarta, Jogja, ke malang kemarin ada ke Bali Kalimantan,” jelasnya.

Kendati begitu, Wagirah mengatakan, membuat kerajinan anyaman Pandan bukanlah hal yang mudah karna dibutuhkan kesabaran dan ketelitian. Belum lagi, proses pengolahan daun pandan, mulai dari dipanen hingga bisa dianyam.
‘’ Untuk pengeringan daun pandan yang akan dianyam, sangat dibutuhkan sinar matahari. Apabila, tidak mendapat panas yang cukup dari matahari, maka bahan baku anyaman Pandan akan kekuningan, sehingga mengurangi kualitas produksi.’’katanya.
Sebelum dianyam daun Pandan harus dibesut atau dihaluskan menggunakan bambu. Kemudian barulah proses ngawiti atau permulaan anyam.
‘’ Dari proses inilah yang akan menentukan bentuk anyaman akan dibuat seperti apa, dan diteruskan dengan proses pengantaran hingga selesai.’’imbuhnya.
Sedangkan untuk hasil produksi yang bermotif, dalam proses perebusan dan perendaman harus diberikan warna sintetis, atau pewarna alami dari daun jati. Dimana, ada sekitar 25 lebih motif anyaman.
Wagirah mengatakan, untuk harga berkisar Rp3,000 hingga Rp 125 ribu. Itu pun tergantung tingkat kerumitanya,
” Paling banyak tas, tas tas natural tas belanja natural kemarin bikin 300 harga yang paling murah Rp 3000 sampai Rp 125 ribu’’terangnya.(k24/imam).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















