PETANAHAN, Kebumen24.com – Sejumlah perajin Kopra di Kabupaten Kebumen mulai mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku kelapa. Ini dikarnakan, saat ini banyak sebagian masyarakat memilih memetik bauh kelapanya saat masih degan atau muda.
Seperti halnya diutarakan Ajis Muslim, salah satu perajin dan sekaligus pengepul Kopra, di Desa Grogolpenatus Kecamatan Petanahan, Senin 11 Juli 2022. Menurutnya, perajin kopra di desanya cukup banyak, namun produksinya masih musiman dan kelapa yang dibuat berukuran kecil.
“Banyak perajin tapi musiman, belum lagi bahak baku sekarang sulit dan Kopra disini muncul saat harga kelapa betul-betul murah tidak seperti di Kalimantan yang bisa memproduksi kopra setiap hari karena disana kelapa saking murahnya.” Ucapnya.
Ajis mengatakan, harga kopra saat ini berkisar dari Rp8000 hingga Rp10.000 perkilogramnya, itupun tergantung kualitas. Sedangkan untuk pemasarannya sudah merambah ke kota-kota besar seperti Semarang dan Surabaya.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, ia terpaksa juga harus menampung dari luar daerah seperti Cilacap, Jogja hingga Lampung. Hanya saja, produksi dari tiap perajin masih belum menentu karena terkendala harga dn terkadang bahan baku.
“Kuota produksi saat ini belum bisa ditentukan karena masih terkendala dengan harga kelapa. Kalau pengepul kelapa yang besar satu minggu bisa memproduksi 1 sampai 3 ton, ada juga yang Cuma 5 kintal.” imbuhnya.(k24).
Video :
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















