Lingkungan Hidup

Musim Penghujan, BPBD Kebumen Catat 16 Kasus Bencana Alam Di Awal 2022

1361
×

Musim Penghujan, BPBD Kebumen Catat 16 Kasus Bencana Alam Di Awal 2022

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejak awal tahun 2022 hingga di Bulan Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mencatat ada sekitar 16 kasus kejadian bencana alam akibat hujan deras disertai angin kencang. Ini meliputi tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Baru baru ini, di Desa Kalirancang, Kecamatan Alian pohon jenis akasia tumbang melintang di jalan akibat diterjang hujan yang diserta angin kencang. Meski tidak ada korban jiwa, namun akses jalan sempat terganggu.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Kebumen Salam S.H., Jumat, 18 Februari 2022. Pihaknya merinci, dari 16 kasus bencana alam diantaranya yaitu tanah longsor 6 titik, angin kencang 9 kejadian, serta 1 banjir.

‘’Sejak  bulan Januari tahun 2022, kami mencatat setidaknya telah terjadi 16 kasus bencana alam diantaranya yaitu tanah longsor 6 kejadian, angin kencang 9 kejadian, serta banjir 1 kejadian.’tutur Salam.

Salam mengatakan cuaca ekstrem dan puncak musim penghujan diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Maret tahun 2022. Ini berpotensi terhadap bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin kencang dan pohon tumbang. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan resiko terhadap potensi bencana alam.

” Untuk tahun ini puncak musim penghujan terjadi dari akhir tahun 2021 sampai dengan pertengahan maret 2022. Menurut perkiraan BMKG memang di wilayah Kabupaten Kebumen adalah puncak musim hujan dan memang hujan dan angin puting beliung sangat tinggi.”katanya.

Salam menyarankan untuk mencegah dan meminimalisir risiko terjadinya kerusakan akibat bencana, masyarakat diminta menebang pohon besar disekitar rumah yang disinyalir dapat tumbang apabila terjadi angin kencang. Selain itu potensi banjir juga patut diwaspadai saat hujan deras tiba.

“Manakala ada pohon dekat rumah kiranya sudah rapuh atau pohonnya sangat rindang yang disinyalir akan tumbang manakala ada angin kencang mohon untuk ditebang saja. Ya minimal ranting-ranting yang sangat lebat untuk dikurangi untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan. Dan juga apabila tanggulnya sudah tipis untuk segera diperbaiki waspadai dan harus segera ditangani.” Pungkasnya. (K24/ILHAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.