KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan penanaman 70000 batang Pohon dan pelepasan burung ke habitat aslinya. Kegiatan dipinpin langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, di di Desa Logandu Kecamatan Karanggayam Rabu 3 November 2021.
Hadir Kepala Dinas Perkim LH Kebumen Slamet Mustolhah menjelaskan, peringatan HCPSN ini bersamaan dengan kegiatan penanaman pohon peduli lahan. Ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengingatkan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan masyarakat, dan pemanfatannya secara berkelanjutan untuk kehidupan manusia.
‘’ Termasuk untuk meningkatkan perlindungan dan pelestarian flora dan fauna serta untuk menumbuhkembangkan kepedulian, rasa cinta dan kebanggaan terhadap flora dan fauna Indonesia.’’jelasnya.
Adapun penanaman pohon terdiri dari tanaman konservasi dan tanaman produktif, Penanaman pohon gayam sebagai tanaman identitas Kecamatan Karanggayam. Selain itu juga dilakukan pemberian bantuan pupuk organic sejumlah 20 kantong
‘’ Dengan kegiatan ini kita juga sosialisasi konservasi satwa langka melalui pembuatan/pemasangan papan informasi perlindungan satwa dilindungi dengan Pelepasan burung’’imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati menyampaikan, pihaknya menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya ini penting untuk meningatkan kesadaran, pengetahuan dan kepedulian serta perlindungan terhadap pelestarian lingkungan. Khususnya tumbuhan dan binatang.
Wabup mengatakan HCPSN sangat mendukung Program Unggulan Bupati Kebumen yaitu Program “Nandur Wit Nggo Anak Putu”. HCPSN diharapkan dapat menjadi dorongan untuk membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat kepada flora dan fauna.
‘’ Kecintaan tersebut perlu terus dikampanyekan kepada masyarakat agar ikut serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.’’ujar Wabup.
Wabup menyebut di Kabupaten Kebumen sendiri terdapat beberapa flora dan fauna unggulan daerah. Di antaranya, kelapa genjah entog, kopi wamen, bamboo tembelang, sapi PO, wallet goa, ikan nila tulmen, perkutut dan lain-lain.
‘’ Saya juga senang, karena konservasi flora fauna langka atau endemik juga sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Logandu. misalnya, landak, trenggiling, bido, biawak, pohon gayam, gowok, kepel, nam2an, duwet dan lain-lain.’’imbuhnya.
Ristawati juga mengajak para orangtua dan para guru untuk menanamkan rasa cinta terhadap fauna dan satwa kepada anak-anak dan murid-murid mereka. Termasuk juga para tokoh agama. Para tokoh agama tentu dapat meyakinkan umat, bahwa memelihara dan melestarikan lingkungan hidup adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pengabdian manusia kepada Tuhan Yang Maha Mencipta. Kesemuanya tentu disertai prinsip keteladanan.
‘’ Saya mengajak, ini menjadi sebuah budaya. Sebuah gerakan yang berkelanjutan. Sehingga lingkungan, flora dan fauna kita tetap terjaga. Saling memberi manfaat antara manusia dan alam sekitarnya. Sehingga menjadi sumber kesejahteraan dan kemakmuran.’’tandasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















