PemerintahanWisata

Pandemi Covid, Target Pendapatan Obwis Kebumen Anjlok

1105
×

Pandemi Covid, Target Pendapatan Obwis Kebumen Anjlok

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com,- Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kebumen dari sektor pariwisata hampir dipastikan menurun drastis, bahkan jauh dari target. Ini dikarnakan selama pandemi obyek wisata harus tutup belum lagi adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dispora Wisata Kebumen Gunawan saat jumpa pers di gedung Sasana Birawa Diskominfo Kebumen Kamis, 4 November 2021. Kegiatan dengan tema Capaian Pendapatan Retribusi dan Pajak Daerah Sertai Obyek wisata juga dihadiri PLT Kabid Penyuluhan Pengendalian dan Evalusai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kebumen Arni Nurufidah.

Gunawan mengatakan di tahun 2021 ini sektor pariwisata di Kebumen ditargetkan sekitar Rp 6,5 milyar, namun hingga akhir Oktober kemarin baru terealisasi sekitar Rp 2,2 milyar atau 34,47 persen. Jumlah kunjungan wisata yang masuk tahun ini tercatat hanya 257.613 wisatawan.

Untuk itu, guna meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata pemerintah juga telah memberlakukan simulasi pembukaan sejumlah obyek wisata yang dikelola oleh pemerintah. Simulasi sendiri dilaksanakan selama 2 minggu yang dimulai pada tanggal 23 Oktober kemarin. Sedangkan jumlah kunjungnya juga dibatasi, yaitu hanya 25 persen dari kapasitas biasanya.

” Harapannya PPKM sudah bebas pada saatnya kita welcome kepada wisatawan,” Terangnya.

Terkait dengan obyek wisata yang dikelola oleh desa melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Dispora Wisata tidak memungut retribusi. Hanya saja, ada retribusi parkir yang dikelola oleh desa wisata dan disetorkan langsung ke Bapenda Kebumen.

‘’Dispora Wisata sifatnya hanya mendampingi desa wisata agar lebih maju dan berkembang. Yang harapannya kedepan bisa menumbuhkan desa wisata lainnya untuk berpacu menjadi yang terbaik.’’

Sementara itu PLT Kabid Penyuluhan Pengendalian dan Evalusai Bapenda Kebumen Arni Nurufidah menyampaikan target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kebumen selalu meningkat dari tahun ketahun. Meskipun di masa pandemi covid 19 saat ini.

Dimana target pajak di tahun 2020 lalu mencapai  Rp 89,6 milyar dan realisasinya bisa melebihi yang ditargetkan yakni sekitar Rp 100,8 milyar. Sedangkan di tahun 2021 ditargetkan mencapai Rp 101,5 milyar dan hingga akhir Oktober ini sudah tercapai sekitar Rp 95,1 milyar.

Berbeda halnya dengan retribusi daerah di tahun 2021 justru mengalami penurunan yang cukup drastris. Dimana pendapatan retribusi yang semula ditargetkan mencapai Rp 29,5 milyar di akhir Oktober kemarin baru terealisasi sekitar Rp 18 milyar.

Pendapatan retribusi yang paling terdampak adalah retribusi parkir tepi jalan umum yang baru terealisasi sekitar Rp 408,6 juta jauh dari target yakni Rp 1,4 milyar. Begitu juga dengan retribusi Pengawasan dan Pengendalian Menara telekomunikasi yang semula ditargetkan mendapat Rp 1 milyar saat ini baru terealisasi sekitar Rp 296 juta.

Selain itu, retribusi tempat penginapan, pesanggrahan atau vila yang kini hanya terealisasi sekitar Rp 23,9 juta dari target Rp 66,5 juta atau 35,98 persen. Sama halnya dengan retribusi ijin trayek untuk menyediakan pelayanan angkutan umum yang baru tercapai 18,3 persen atau Rp 10,3 juta jauh dari yang ditargetkan yakni Rp 56,1 juta.

” Berbeda halnya dengan retribusi pelayanan kesehatan yang moncer disaat pandemi ini dan bahkan bisa jauh melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah. Yakni Rp 1,1 milyar melebihi target yakni Rp 665 juta,” Jelasnya.(k24/IMAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.