PEJAGOAN, Kebumen24.com – Desa Watulawang, merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Desa ini memiliki ketinggian rata-rata 299 meter di atas permukaan air laut. Di ketinggian desa ini berdiri sebuah areal pemakaman yang dinamakan Makam Mbah Kuwu Kebayeman. Uniknya, makam tua tersebut berbentuk seperti Punden Berundak.
Desa Watulawang di ambil dari nama sebuah batu yang menyerupai pintu yang terletak di persawahan Watulawang. Hingga kini batu tersebut pun masih ada dan bentuknya mirip dengan pintu gerbang.
Konon katanya merupakan gerbang gaib. Batuan penyusunnya berupa breksi vulkanik dengan fragmen andesit yang dihasilkan dari aktivitas gunung api pada kala Miosen Atas.
Kepala Desa Suwito menuturkan, Desa Watulawang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan tradisi Jawa lama yang diharmonisasi dengan agama Islam sebagai agama dominan masyarakat setempat. Terlebih saat Sura, warga desa setempat banyak melakukan selamatan dan ritual khusus. Baik yang bersifat umum seperti Merdi Bumi, Palakia, Ruwat Dadung, Baritan, Kenduren Suran dan tradisi lainnya.
‘’Yang bersifat pribadi contohnya Slametan Batur, Megeng (puasa ngebleng), Slametan Profesi (dagang, dll), Ngeramas benda pusaka (keris, tombak, pedang dll).’’kata Kades Kamis 16 September 2021 saat ditemui di Rumahnya.

Desa Watulawang juga disbut dengan istilah desa kurungan, dimana Desa tersebut dikenal menjadi tempat aman semenjak sebelum zaman kemerdekaan, bahkan hingga saat ini. Termasuk saat pandemi, desa ini hampair tidak ada sama sekali yang terpapar covid.
” Watulawang terkenal Desa kurungan, jadi banyak selamatnya kalo sudah masuk desa ini, termasuk saat pandemi covid 19, Alhamdulillah yang terpapar cuma 3 dan selamat semuanya,” Terangnya.
Meski begitu, lanjut Kades, Desa Watulawang masih banyak memiliki kekurangan, salah satunya yakni infrastruktur untuk mendukung perekonomian masyarakat. Ini menjadi kendala kendala tersendiri bagi pengembangan potensi.
” Kekuranganya ialah minimnya insfrastruktur jalan yang belum memadahi, jadi ekonomi warga belum bisa berkembang hingga saat ini,” Pungkasnya.(K24/IMAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















