KEBUMEN, Kebumen24.com – Imbas atas kenaikan harga kedelai telah dirasakan semua kalangan. Tidak hanya produsen tempe dan tahu, namun para pedagang juga merasakan dampaknya.
Seperti diutarakan Ana, salah satu pedagang di Pasar Tumenggungan Kebumen, Rabu 6 Januari 2021. Dirinya mengatakan adanya kenaikan harga kedelai membuat penjualan tempe menurun hingga 30 persen. Dari yang biasanya bisa terjual 30 kilo perhari, kini hanya 20 kilogram.
‘’ Penjualan biasanya laku 30 Kilo sekarang paling kuat hanya 20 kilorgram perhari,’’ucapnya.
Disisi lain dirinya juga terpaksa harus menaikan harga, dari yang biasa 1 bungkus dijual 1000 ribum, kini 1250 atau 4 bungkus 5 ribu rupiah. Dia mengaku tidak punya banyak pilihan lain karna modal untuk pembelian kedelai naik.
‘’ Biasanya saya jual 1 bungkus 1 ribu, sekarang ya kita jual 4 bungkus 5 ribu,’’imbuhnya.
Hal senada juga diutarakan Partinah, salah satu penjual tahu di pasar Tumenggungan. Tingginya harga kedelai yang mencapai 9 ribu sampai Rp 9500 perkologramnya, dirasa cukup memberatkan bagi pedagang. Untuk itu, dirinya pun terpaksa menaikan harga jualnya dari yang semula 2500 perbungkus, kini 3000 sampai rp 3500. Meski begitu untuk omzet penjualan terbilang masih terbilang stabil.
‘’ Untuk harga jual yang tadinya 2500 sekarang 3500 perbungkusnya,’’ungkapnya. (K24/THR).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















