GOMBONG, Kebumen24.com,- Seorang anggota TNI AD asal Kebumen gugur sebagai Kusuma Bangsa. Sebagai aggota TNI yang baru bertugas 4 tahun ini meninggal dunia akibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata saat menjalankan tugas di Intan Jaya Papua.
Suasana duka pun menyelimuti kediaman orang tua Pratu Firdaus yang berada di Gang Sindoro 4 Kelurahan Gombong Kebumen Sabtu 7 November 2020. Sejumlah sanak saudara datang silih bergantian mengucapkan turut dukanya atas kehilangan almarhum yang dikenal santun dan senang membantu sesama. Terlihat pula sejumlah karangan bunga yang berjejer rapi di depan rumahnya
Suwarji selaku orang tua mengungkapkan awal mula mendengar kabar duka itu dari Batalion 401 Papua. Saat itu dirinya mulai berfirasat tentang kondisi kebaikan anaknya dan terkejutnya lagi mendengar kabat jika anaknya telah meinggal dunia karna baku tembak.
” Saya tahu anak saya meninggal pertama kali ditelpon sama batalion 401, dan saya sangat terkejut jika anak saya telah meninggal dunia,’’ungkapnya.

Dari informasi itu, Suwarji menceritakan kajadian yang menimpa anaknya. Saat itu usai sholat Jumat anaknya berpatroli bersama rekannya. Kemudian tak lama anaknya baku tembak dengan KKB hingga akhirtnya tertembak.
‘’ Sempat ada perlawanan, namun anak saya akhirnya tertembak,’’terangnya.
Adapun Jenazah saat ini masih dalam perjalanan ke Jakarta dan dijakarta menginap dilanjutkan penerbangan ke Jogja dan langsung kerumah duka. Rencananya jenazah akan dimakamkan besok Minggu 8 November 2020 sekitar pukul 11 : 00 wib.
‘’ Rencananya akan kita makamkan besok,’’imbuhnya.
Dijelaskanya, bahwa almarhum merupakan putranya yang kembar dari 4 bersaudara dan baru 2 bulan bertugas di Intan Jaya Papua. Saudara kembarnya tersebut juga menjadi anggota TNI AL yang bertugas di Armada 3 Sorong Papua Barat.
Sebelumnya almarhum juga sempat menelfon sekitar satu minggu yang lalu dan mengatakan bahwa saat ini sudah enak. Dengan begiu dirinya pun tidak memiliki firasat atau hal yang aneh sampai almarhum meninggal dunia.
” Satu Minggu kemarin sebelum meninggal dia setiap hari itu telfon katanya saya sudah enak, setiap telpon pasti begitu, jadi saya ngak ada firasat atau apa apa,” ungkap Suwarji.
Suwarji mengatakan, anaknya masuk menjadi anggota TNI pada tahun 2014 dan bertugas di Banteng Redes 400 Semarang. Anaknya merupakan lulusan SMK Wongsorejo Gombong dan dalam kesehariannya dikenal lugu dan masih anak anak.
” Setelah lulus dari SMK Wongsorejo anak saya mencoba mendaftar menjadi anggota TNI dan diterima pada tahun 2014, kemudian bertugas di Banteng Redes 400 Semarang,” pungkasnya.(K24/IMAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















