Ekonomi

Efek Covid 19, Omzet Penjualan Pedagang Sapi Kurban di Kebumen Menurun 30 Persen

2383
×

Efek Covid 19, Omzet Penjualan Pedagang Sapi Kurban di Kebumen Menurun 30 Persen

Sebarkan artikel ini
FOTO H. YANTO

ALIAN, Kebumen24.com – Menjelang hari raya Idul Adha 1441 H, penjualan sapi kurban mulai bermunculan di wilayah Kabupaten Kebumen. Kendati begitu omzet penjualan sapi kurban tahun ini, dirasa mengalami penurunan pembeli dibading tahun tahun sebelumnya. Hal itu dikarnakan adanya pandemi Covid-19.

 

Seperti halnya yang di alami H. Supriyanto (47), salah seorang pedang sapi kurban yang berlokasi di RT 02 RW 01, Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, mengalami penurunan pembeli hingga 30 persen. Menurutnya, jika biasanya setiap menjelang idul adha bisa menjual 80 sampai 100 ekor sapi, namun kali ini hanya 50 hingga 60 ekor sapi.

 

‘’ Tahun ini penjualan sapi menurun sampai 30 persen. Berbeda dari tahun sebelumnya jika biasanya setiap kelompok masyarakat bisa membeli satu hingga dua ekor sapi kurban, namun tahun ini hanya bisa membeli satu ekor sapi kurban saja, bahkan ada juga yang tidak bisa membeli sapi,’’ujar Pria yang akrap di sapa H. Yanto, Kamis 23 Juli 2020.

 

H. Yanto mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak tahun 1995 ini, berawal hanya dari 1 ekor sapi dan kini dengan dibantu 3 orang Karyawan, Ia mampu menyediakan berbagai jenis sapi yang siap untuk dijadikan hewan kurban. Mulai dari jenis sapi PO, Limusin, Bali, dan Madura. Meski begitu usahanya ini hanya dilakukan setiap menjelang datangnya Idul Adha. Untuk hari biasa, Ia hanya melayani penjualan sapi muda (Istilah Jawa Pedet).

 

‘’Kalo musim kurban menjalng Idul Adha seperti sekarang ini ya kita menyediakan berbagai jenis sapi. Tapi kalo hari biasa kita hanya jual sapi Pedetan atau sapi muda,’’ungkapnya.

 

TONTON VIDEONYA :

Adapun untuk harga per ekor spi yang ia tawarkan bervariatif, mulai dari Rp17,5 Juta hingga Rp 30 Juta. Bahkan ada juga yang sampai 40 Juta rupiah, tergantung dari jenis sapi dan bobotnya. Sedangkan stok barang, sering ia dapat dari luar Kabupaten, seperti Yogyakarta atau pun Banjarnegara.

 

‘’ Pernah juga saya jual satu ekor sapi sampai 40 Juta, jenisnya limusin dengan bobot 800 Kg. dan untuk stok barang kita sering cari di Kabupaten Luar, tapi ada juga yang asli dari Kebumen,’’imbuh H. Yanto.

 

H. Yanto menambahkan, biasanya para pelanggan yang membeli sapi untuk hewan kurban tidak langsung di ambil, namun dititipkan sementara sampai hari pelaksanakan Kurban atau Idul Adha. Pembeli yang datang dari berbagai kalangan, ada dari kalangan masyarakat, Panitia Masjdi, bahkan Wakil Bupati Kabupaten Kebumen Arif Sugiyanto juga termasuk salah satu pelangganya.

 

“Ya pokoknya kalangan Kabupaten Kebumen termasuk Pak Arif Sugiyanto tahun lalu juga beli disini,’’ucapnya.

 

Terkait kualitas dan kesehatan sapi, Dirinya menegaskan bahwa semua sapi yang ia jual dipastikan aman dan layak untuk dijadikan hewan kurban.

 

‘’ Insya Alloh semua sapi yang saya jual kondisinya sehat dan telah memenuhi syarat untuk kurban karna sebelumnya telah di cek oleh dokter hewan Kebumen,’’jelasnya.

 

Sementara itu, menurut Mahfud selaku Guru SMP N 1 Kebumen mengatakan, sejak tahun 2015 dirinya setiap tahun selalu rutin membeli sapi kurban untuk keperluan di Sekolah. Kendati begitu karna pandemi corona tahun ini hanya mampu membeli satu ekor sapi saja.

 

“Sudah langganan di sini sejak tahun 2015. Biasanya sih dari sekolah kami membeli dua ekor sapi, tapi karena ada wabah korona ini ya cuma beli satu ekor sapi saja,’’ujarnya. (K24./ARTA/ZETTY PKL)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com