SOSIAL

Waduh, Kades Kok Dapat Bantuan Sosial

3324
×

Waduh, Kades Kok Dapat Bantuan Sosial

Sebarkan artikel ini
FOTO KADES GRENGGENG MENENRIMA BANTUAN

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga yang terdampak Covid-19 dari pemerintah hingga kini masih disalurkan. Meski begitu, data penerima bantuan dinilai masih sering keliru atau tidak tepat sasaran.

 

Seperti hal nya di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen pada Rabu 15 Juli 2020 kemarin. Bukanya masyarakat kurang mampu atau yang terdampak covid 19, tapi justru malah Kepala Desa nya. Bahkan saat pembagian, Kepala juga Desa turut antri bersama masyarakat penerima lain di depan Kantor Bale desa.

 

Kepala Desa Grenggeng Eri Listiawan menjelaskan, Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) berupa paket sembako senilai 200 ribu rupiah ini merupakan bantuan tahap 2 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang disalurkan melalui kantor Pos. Adapun bantuan di bagikan kepada 309 kategori Keluarga Penerima manfaat (KPM).

 

Terkait bantuan yang diterimanya, Eri menceritakan awal mulanya saat pengusulan dirinya memang sempat mengusulkan nama – nama warganya yang terdampak covid 19 akan tetapi belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), termasuk namanya sendiri. Namun, setelah di ACC ternyata namanya muncul masuk daftar penerima.

 

‘’ Sebenarnya saat pengusulan, saya hanya coba coba masukan nama saya sendiri, tapi setelah muncul malah nama saya masuk di data penerima. Karna itu kewenangan provinsi, ya saya tetap ambil bantuan itu, ketimbang di coret kan sayang,’’ujar Eri.

 

FOTO PETUGAS SEDANG MENATA BARANG BANTUAN

Lebih jauh Eri menjelaskan, terkait dirinya berhak dan tidaknya menerima bantuan, menurutnya pengaturan bantuan JPS ini tidak mengacu pada Undang-Undang Kemiskinan, melainkan karna pandemi corona ini lebih kepada Undang-Undang Darurat Kesehatan. Oleh sebab itu bantuan dari pemerintah ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak. Hanya saja, saat proses pendataan sering tertolak, sehingga saat penyaluran justru terkadang bukan warga yang benar benar membutuhkan yang mendapatkannya.

 

Atas dasar itulah dirinya kemudiian mengambil bantuan tersebut. Meski begitu, bantuan yang telah diterimanya bukanlah untuk dirinya melainkan akan diberikan kepada warga yang terdampak, namun saat diajukan secara administrasi tertolah dan tidak masuk pada daftar penerima.

 

“Jadi bantuan tetap saya terima, tapi bukan untuk saya, melaikan akan kita serahkan kepada warga yang seharusnya mendapatkan namun belum pernah mendapatkan bantuan melalui posko Jogo Tonggo Desa,”imbuh Eri.

 

FOTO KADES SEDANG MENUNJUKAN BUKTI DATA PENERIMA BANTUAN

Diakuinya, bahwa selain dirinya, di desanya tersebut juga ada sekitar 40 kepala keluarga yang menerima bansos dan kemudian di serahkan ke pos Jogo Tonggo yang tersebar di 43 RT. Selanjutnya, bantuan tersebut juga akan salurkan kepada para warga  warga yang memang membutuhkan.

 

Selain itu, Eri juga menambahkan, sebenarnya masih banyak warga Desa Grenggeng yang sudah masuk data di JPS kabupaten dan sudah di acc, namun sampai saat ini belum juga menerima bantuan sosial. Berdasarkan data yang ada, sedikitnya ada 120 KK yang diajukkan ke JPS Kabupaten hanya baru sekitar 69 KK yang di acc dan sisanya belum menerima bantuan apapun.

 

Untuk itu dirinya berharap adanya perbaikan data dan pengawasan ketat agar 7 jenis bantuan sosial sperti PKH, BLT DD, Bansos, BST Kantor Pos , BST Himbara, JPS Provinsi dan JPS Kabupaten, bisa tepat sasaran di lapangan. Terlebih menurutnya, Desa Grenggeng merupakan desa yang jumlah warganya paling terbanyak di kecamatan Karanganyar dan masih banyak warga yang masuk dalam DTKS akan tetapi belum mendapatkan bantuan.

 

“Kami berharap segera ada perbaikan data dan dilakukan pengawasan yang ketat agar bantuan sosial ini benar- benar tepat sasaran, dan bagi yang belum mendapatkan bantuan saya minta untuk bersabar,’’ pungkasnya.(K24/ARTA/ZETTI PKL)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com