EkonomiInspirasiPertanian

Berawal Dari Hobi, Mantan TKI Asal Karanganyar Sukses Budidaya Ikan Lele

3618
×

Berawal Dari Hobi, Mantan TKI Asal Karanganyar Sukses Budidaya Ikan Lele

Sebarkan artikel ini
FOTO YANTO SEDANG MEMBERI MAKAN IKAN LELE

ADIMULYO, Kebumen24.com – Berawal dari hobi, Ahmad Mujiyanto (26) warga asal Kelurahan Jatiluhur RT 02 RW 01 Kecamatan Karanganyar sukses menggeluti usaha budidaya lele. Dengan modal terbilang minim, pria yang pernah menjadi TKI di Taiwan itu kini mampu menjual 50 hingga 60 Kg ikan lele dalam perhari.

 

Saat ditemui Selasa 14 Juli 2020 kemarin, Pria yang akrab di sapa Yanto ini mengatakan awal mula memulai usaha ikan lele ini ketika dirinya di PHK (pemutusan hubungan kerja) saat bekerja di Jakarta pada tahun 2015 lalu. Sejak itu ia bertekat menekuni usaha ikal lele dengan modal 3 juta rupiah di halaman rumahnya yang berada di Desa Mangunharjo Kecamatan Adimulyo.

 

‘’ Waktu itu saya pernah jadi TKI di Taiwan 3 Tahun, dan pulangs aya kerja di Jakarata, namun pada tahun 2015 saya di PHK. Dari situ saya bertekat untuk memulai usaha budidaya ikan lele ini dengan modal awal 3 juta rupiah,’’ucapnya.

 

Meski begitu, Yanto mengungkapkan, untuk proses awal usaha ini bukanlah mudah. Bahkan banyak sekali tantangan dan kendala yang harus ia hadapi. Salah satunya kegagalan sehingga ia harus banyak belajar kesana kemari kepada para pembudidaya ikan lele. Namun karena kecintaanya terhadap budidaya lele ia tetap semangat dan ulet menekuni usaha tersebut.

 

‘’ Awal awal tentu banyak sekali kendala dan kadang gagal karna saya belum paham tentang cara memelihara ikan lele. Terus saya belajar sama orang orang yang lebih tahu tentang cara merawat lele, dari situ saya dapat pengalaman dan saya terapkan sampai sekarang,’’ungkapnya.

 

FOTO YANTO SEDANG MENUNJUKAN IKAN LELE

Adapun untuk sistem budidayanya, ia menggunakan kolam bioflok dan hingga kini sudah ada delapan kolam dengan isi sekitar 15 ribu ekor ikan lele jenis sangkuriang dan mutiara. Sedangkan untuk pemasaranya, setiap hari yanto memasarkannya sendiri ke pasar pagi dan warung makan dengan harga 20 ribu perkilogramnya.

 

‘’ Untuk penjualan saya bawa ke Pasar pagi kebumen dan sebagian ke pelanggan seperti warung makan. Dan kalo ada yang pesan juga kita siap antar langsung,’’imbuh Yanto.

 

Terkait pademi corona, Yanto mengaku juga turut terdampak. Hal itu dikarenakan banyak pasar, warung, rumah makan, restoran, yang tutup akibat adanya pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran covid-19.

 

“Kalau di budidaya lele nya gak ada kendala, Cuma di pemasarannya turun sampe 80% karen kan warung, restoran sama pasar juga pada sepi jadi ya berpengaruh banget sih,’’Pungkas Yanto.(K24/ARTA/HETY)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com