PERISTIWA

Satu Korban Tenggelam di Kalibuntu Adalah Relawan Covid 19 Kebumen

2837
×

Satu Korban Tenggelam di Kalibuntu Adalah Relawan Covid 19 Kebumen

Sebarkan artikel ini
FOTO PROSES PENCARIAN KORBAN DI SUNGAI

KLIRONG, Kebumen24.com- Salah satu korban tenggelam di Muara Sungai Lul ulo bernama Faidu Rohman (23) merupakan seorang relawan Satgas Covid 19. Korban juga merupakan seorang santri yang sekaligus menjadi mahasiswa semester 7 Institut Agama Islam Imam Ghozali Kesugihan cilacap.

 

Berdasarkan keterangan Petugas korban dilaporkan tenggelam bersama temanya Mujahidin (22), setelah rakit bambu yang dinaiki terbalik di muara sungai Lukulo di perbatasan dari Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong dan Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen. Senin 1 Juni 2020 sekira pukul 08.00 wib, kemarin.

 

Korban sendiri diketahui aktif di Karangtaruna dan menjadi relawan setelah libur kuliah akibat adanya wabah covid 19. Korban yang merupakan warga Desa Jogosimo Kecamatan Klirong juga dikenal baik oleh warga sekitar dan juga perangkat desa setempat.

FOTO PROSES PENCARIAN KORBAN

Kepala Desa Jogosimo M. Muhtasimudin mengatakan, terakhir bertemu dengan Faidu Rohman ketika subuh di Posko satgas covid 19. Saat pagi hari tersebut korban dibangunkan untuk sholat Shubuh dan pergantian sift.

 

“ Anaknya supel dan baik, dan menjadi relawan covid 19 usai libur kuliah akibat covid dan ketemu terakhir kali saat membangunkan sholat subuh karena korban berjaga di posko,” ucap kades.

 

Adapun keseharian korban memang terbiasa bermain dan memancing di pantai tersebut karna jarak rumahnya berdekatan.

 

“ Memang korban terbiasa bermain dan memancing di pantai tersebut, akan tetapi setelah bebrapa jam membangunkan untuk sholat subuh korban dikabarkan meninggal,”imbuh Kades.

 

Sementara itu, Ketua Team Pencarian Basarnas cilacap Maryadi mengungkapkan, bahwa hingga kini kedua korban masih dalam pencarian oleh team Basarnas, BPBD dan para Relawan, yang telah melakukan penyisiran sejauh 5 sampai 7 kilometer sepanjang garis pantai dan belum juga ditemukan.

 

“ Basarnas, BPBD Kebumen serta para relawan terus menyisir garis pantai sejauh 7 kilometer akan tetapi hingga sore ini belum ada tanda tanda ditemukannya korban,”katanya. (k24/imam/arta)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com