GOMBONG, Kebumen24.com – Mendengar kata janur masyarakat sudah tidak asing lagi dengan daun yang satu ini. Janur sudah telah menjadi bagian kehidupan yang tak terpisahkan. Sangat bisa dimengerti, Karena pelimpah daun muda berwarna kuning keputihan ini merupakan tanaman tropis dari pohon kelapa yang tumbuh subur di setiap penjuru bumi Pertiwi.
Janur kuning sering di jumpai pada hiasan dekorasi pada acara pernikahan. Terutama bila pengantin dari tanah jawa. Namun janur kuning bukan hanya sekedar penghias dekorasi. Banyak yang bermakna tersirat di baliknya dan mitosnya yang mengikuti.
Seperti hal nya dikatakan oleh Mbah Kastur (63) yang dikenal sebagai sesepuh Desa Wero RT 05 RW 01 Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen, Senin 11 Mei 2020. Berdasarkan wangsit yang didapat melalui mimpi, Dirinya meyakini, bila janur kuning itu dipasang di pintu utama Rumah, maka bisa dijadikan keselamatan atau penolak bala. Terutama virus corona yang tengah merebak seperti sekarang ini. Adapun caranya, yaitu cukup janur kuning di buat lingkaran kemudian tengahnya di buat silang. Maka kita akan terhindar dari bala.
‘’Bisa percaya bisa tidak, tapi ini saya dapat dari wangsit. Kalo masyarakat mau mencobanya itu lebih baik. Karna di kota lain seperti jogya malah tidak hanya janur kuning, tapi juga ditambah dengan sayur lodeh 7 macam,’’ungkap Sesepuh Desa yang sering dimintai pitutur oleh banyak warga itu.
Mbah Kastur menambahkan, Janur Kuning sering juga disebut sebagai tolak pagebluk. Dengan harapan penyakit tidak datang. Meski tidak semua masyarakat mempercayainya, namun tidak ada salahnya bagi masyarakat yang ini menggunakan itu. Yang terpenting ialah tidak lupa berdoa dan hanya meminta pada sang pencipta, dalam hal ini Alloh SWT.
‘’ Sekali lagi saya katakana, saya hanya menyampaikan sesuai dengan wangsit yang saya dapat. Selebihnya tinggal keyakinan masyarakat. Intinya yang terpenting selalu dilandasi dengan keyakinan hanya kepada Alloh SWT, jangan karna janurnya, itu cuma lantaran saja,’’imbuh Mbah Kastur.
Meski demikian, Mbah Kastur juga menyadari jika masyarakat pasti memiliki pemikiran dan tanggapan yang berbeda beda tentang janur tersebut. Namun, menurutnya tidak ada salahnya jika hal itu dilakukan yang sifatnya hanya sebagai lantaran untuk memohon berdoa meminta perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT. Tentunya selama tidak keluar dari jalur agama. (K24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















