KesehatanLingkungan HidupSOSIAL

Hasil Lab Keluar, Almarhumah Ibu Kandung Camat Pejagoan Meninggal Positif Bukan Karna Corona

915
×

Hasil Lab Keluar, Almarhumah Ibu Kandung Camat Pejagoan Meninggal Positif Bukan Karna Corona

Sebarkan artikel ini
 Foto : Adi Pandoyo menunjukkan hasil lab yang menunjukkan almarhumah mertuanya negatif Covid-19.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Meninggalnya Ibu kandung Camat Pejagoan Farita Listiyati, bernama Hj Sufartumi (78), pada 1 April 2020 kemarin, sempat menuai perhatian banyak publik. Bahkan pihak keluarga juga sempat dikucilkan warga lantaran sakit almarhumah sebelumnya dinyatakan PDP Corona.
Kendati begitu, almarhumah yang telah dimakamkan dengan standar atau protap Corona (Covid-19) itu, dipastikan negatif corona. Hal itu ditegaskan Mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo yang merupakan menantu almarhum, Minggu kemarin, 5 April 2020, saat jumpa pers bersama awak media.
Dijelakanya, bahwa dari hasil pemeriksaan spesimen dari Laboratorium Virologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta yang keluar pada hari Jumat 3 April 2020. Hasilnya, almarhjum dinyatakan negatif Covid-19.

 ‘’ Dari surat Laporan Hasil Pemeriksaan Laboratorium yang kami terima pada Jumat 3 April 2020, dinyatakan Almarhumah Hj Sufatumi negatif corona. Jadi Saya jelaskan bahwa almarhum meninggal karna biasa, karena usia tua dan penyakit jantung yang diidap selama 10 tahun, dan kami tegaskan bukan karna corona,”ucap Adi didampingi sang istri, Farita Listiyati dan anggota keluarganya sembari menunjukkan lembar hasil laboratorium.


Kepada awak media Adi Pandoyo juga menyampaikan, bahwa mertuanya itu sebelumnya memang sempat dilarikan ke RSDS Kebumen pada 4 Maret 2020, dan mendapat perawatan selama sembilan hari. Namun sakit yang dideritanya, yakni jantung dan paru-paru dan setelah itu dibawa pulang kerumah.
Setelah itu pada 27 Maret 2020, mertuanya itu kembali dilarikan ke rumah sakit karna kondisi fisiknya melemah dan langsung mendapatkan perawatan di ruang ICU RSDS Kebumen. Selanjutnya Pada, 28 Maret Almarhumah Hj Sufartumi diduga terpapar Covid-19. Dengan demikian semua proses perawatan diberlakukan sesuai protap corona.
Kemudian Pada 1 April 2020, pihak RSDS Kebumen menyampaikan jika kondisi Almarhumah Hj Sufartumi melemah dan akhirnya meningal dunia pada sekitar pukul 04.55 WIB. Adapun pemulasaraan jenazah maupun pemakaman, dilakukan dengan menggunakan protap pasien Covid-19 yang dibantu oleh para petugas BPBD Kebumen dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) standar.

“ Pemulasaran jenazah kami lakukan dengan APD lengkap. Setelah itu dilaksanakan pemakaman dengan protap corona,”jalas Adi Pandoyo.

Sehari setelah itu, keluarga kemudian diminta melakukan rapid test oelh petugas dengan menggunakan APD lengkap. Dan  hasilnya semuanya negatif.

 “Kami semua sudah di test dan Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif,” imbuh Adi Pandoyo.

Adanya dugaan tersebut, tak hanya berdampak kehidupan sosial bagi keluarga dan harus melakukan isolasi diri dan lainnya. Bahkan, sebagian warga pun tidak berani mendekat lantaran kemungkinan takut terpapar virus corona. wajar, sebagian orang masih memberikan stigma negatif bagi pasien Covid-19.
Meski begitu, Adi Pandoyo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas medis yang sudah memberikan perawatan terbaik kepada mertuanya tersebut. Selain itu, pihak juga mengucapkan terima kasih kepada petugas dan relawan yang  telah membantu proses pemakaman almarhum.
Kepada pemerintah daerah dan tim medis Adi Pandoyo menyarankan, agar senantiasa berhati-hati dalam menentukan atau mengidentifikasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal ini mempunyai dampak yang sangat besar, terutama bagi keluarga pasien.

Ditemui terpisah, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz yang juga Ketua gugus tugas pencegahan Corona Kabupaten Kebumen juga menjelaskan, bahwa seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSDS Kebumen (red- mertua Adi Pandoyo ) beberapahari kemarin positif bukan karna Corona. Akan tetapi karna penyakit lain yang dideritanya sejak 10 tahun lalu.

‘’ Kita sudah mendapatkan hasil labnya, dan hasilnya negatif, jadi warga tidak perlu kawatir dan cemas,’’terang Bupati, saat di temui tadi malam di pendopo.

 

Pada kesempatan itu, Bupati kebumen juga menjelaskan, bahwa Jumlah ODP dan PDP di Kabupaten Kebumen kian bertambah. Berdasarkan data pemkab kebumen hingga Minggu malam 5 April 2020, orang dalam pengawasan atau ODP tercatatat ada 1765 orang, dan 236 orang diantaranya telah selesai pemantauan.
Adapun jumlah PDP, sebanyak 49 orang dan 12 orang diantaranya telah selesai pengawasan. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan dari hasil lab 10 orang dinyatakan negatif, dan 2 orang Pasien positif covid-19, diantaranya 1 dalam perawatan dan 1 meninggal dunia.
Untuk itu, Gugus tugas bersama seluruh komponen yang ada, akan terus melakukan upaya percepatan penanganan covid-19 di kebumen. Kepada seluruh masyarakat Kebumen, dihimbau agar melakukan 5 hal, diantaranya, menunda mudik, sering lah cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak aman, tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul dengan orang banyak dan tetap tenang serta senantiasa berdoa.

‘’ Mari bersama sama patuhi anjuran pemerintah agar wabah virus ini bisa segera di cegah,’’pungkasnya. (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.