KesehatanPemerintahanPERISTIWA

Tangani Pasien Corona, Pemkab Akan Dirikan Rumah Sakit Darurat

1096
×

Tangani Pasien Corona, Pemkab Akan Dirikan Rumah Sakit Darurat

Sebarkan artikel ini


KEBUMEN, Kebumen24.com – Guna mengantisipasi adanya lonjakan jumlah ODP dan PDP di Kabupaten Kebumen. Pemkab Kebumen melalaui Tim Gugus tugas penanganan Covid 19 akan terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan penanganan wabah virus corona agar bisa segera tertangani. Salah satunya akan mendirikan UPT P3 yang disiapkan sebagai Rumah Sakit Darurat untuk merawat 100 pasien covid-19. Sedangkan kompleks PLUT di jalan Ahmad Yani Kebumen, disiapkan untuk mess tenaga medis dan paramedisnya.
Hal itu dijelaskan Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada kegiatan Rapat Kordinasi Pencegahan Corona yang berlangsung di Ruang transit pendopo Bupati Kebumen, Minggu malam 5 April 2020. Hadir mengikuti, Kepala Diskominfo Kebumen Cokro Aminto, Sekretaris Dinas Kesehatan Kebumen Kusbiyantoro, PUPR, Direktur RSDS, KUMKM serta tim teknis dan seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Kebumen.
Pada kesempatan itu, Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covi 19 Kebumen mengatakan, rencana didirikanmya Rumah sakit transit ini nantinya akan digunakan para PDP yang terkonfirmasi virus corona. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi pencegahan Corona, mengingat jumlah ODP maupun PDP di Kebumen kian meningkat. RS darurat ini rencananya akan siapkan sebanyak 50 kamar untuk para pasien. Dengan begitu diharapakn penanganan akan lebih cepat dan maksimal.

‘’ Rapat malam ini kita membahas usulan dari para Kepala puskesmas untuk segera mendirikan Rumah Sakit darurat yang akan dijadikan sebagai tempat penanganan pasien PDP yang terkonfirmasi Corona. kita targetkan sebelum romadhon selesai,’’ucap Bupati.

 

Adapun upaya lain untuk pencegahan virus corona di Kabupaten Kebumen, pemkab juga akan segera menyusun perbup tentang intruksi penggunaan masker. Selain itu, guna mengantisipasi adanya penolakan warga jika terdapat warga yang meninggal karna corona. Pemkab juga akan menyediakan lokasi pemakaman jenazah yang berlokasi di Desa Muktisari, atau tepatnya di tanah milik RSDS Kebumen.

‘’ Ini hanya sebagai upaya untuk mengantisipasi, dan semoga tidak terjadi. Saya yakin masyarakat Kebumen bisa menerima jika ada salah satu warga lain yang meninggal karna corona,’’imbuh Yazid.

Lebih lanjut menurut Bupati, agar upaya-upaya tersebut dapat terlaksana dengan baik, tentu tak sangat dibutuhkan peran serta seluruh pihak. Disisi lain Bupati juga menmghimbau kepada seluruh masyarakat, agar senantiasa melakukan beberapa hal. Diantaranya,  menunda mudik, sering mencuci tangan menggunakan sabun menggunakan air yang mengalir, tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak aman, serta tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul dengan orang banyak, dan jika harus keluar rumah, maka harus mengenakan masker.
Selanjutnya masyarakat juga diminta agar senantiasa berdoa. Terkusus bagi para pemudik diharuskan untuk segera melapor ke RT atau RW dan melakukan karantina mandiri.

‘’ Kepada masyarakat kami himbau agar senantiasa menjaga diri dan ikuti anjuran pemmerintah. Tetap tenang dan wasapada,’’tegas Bupati.

Sperti diketahui, Hingga hari ini, jumlah ODP dan PDP di Kabupaten Kebumen kian lama semakin bertambah. Berdasarkan data pemkab kebumen hingga Minggu malam 5 April 2020, orang dalam pengawasan atau ODP tercatatat ada 1765 orang, dan 236 orang diantaranya telah selesai pemantauan.
Adapun jumlah PDP, sebanyak 49 orang dan 12 orang diantaranya telah selesai pengawasan. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan dari hasil lab 10 orang dinyatakan negatif, dan 2 orang Pasien positif covid-19, diantaranya 1 dalam perawatan dan 1 meninggal dunia.
Selain itu, sejumlah upaya telah dilakukan yaitu membentuk 6 posko cek poin untuk mengantisipasi kedatangan pemudik.  Pertama di Desa Wiromartan Mirit, Prembun perbatasan dengan Purworejo, Padureso perbatasan dengan Wonosobo. Kemudian Ketileng Kecamatan Sempor perbatasan dengan Banjarnegara, Rowokele perbatasan dengan Banyumas dan Ayah perbatasan dengan Cilacap
Dalam hal ini, para penumpang angkutan umum ataupun pemudik harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh dari petugas. Fungsi cek tersebut dilakukan untuk memastikan penumpang atau pemudik yang akan ke Kebumen sehat. Setiap penumpang maupun sopir harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh.
Meski dari hasil pemeriksaan suhu tubuh sejauh ini belum ada temuan yang di luar batas. Namun bagi penumpang dengan suhu tubuh akan diberikan gelang khusus dan diarahkan untuk pergi ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas. (THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.