PEJAGOAN, Kebumen24.com – Jembatan gantung yang dibangun di atas Sungai Lukulo itu memasuki tahap akhir. Jembatan bantuan warga negara Swiss Toni Ruttiman ini, dibangun dengan anggaran senilai Rp 3 miliar.
Jembatan ini akan menghubungkan Dukuh Penambangan Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan dengan Kelurahan Panjer dan Kecamatan Kebumen. Diperkirakan dalam satu minggu kedepan proses pembangunan selesai pengerjaannya. Dengan begitu akses alternatif menuju pusat kota Kebumen akan segera terbuka.
Camat Pejagoan Farita Listiyati di sela-sela pemantauan pembangunan, Minggu, 5 April 2020, menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk mempermudahkan akses warga. Kendati kini tengah marak wabah covid 19, namun proses pengerjaanya tetap berjalan. Salah satunya dengan cara selektif dan tidak melibatkan jumlah warga yang terlalu banyak.
“Demi terlaksananya pembanguan jembatan ini, proses pengerjaan tetap berjalan. Dalam hal ini kita lakukan dengan secara bergantian agar tidak terjadi berkerumpulan warga. Jadi semua bisa aman dan lancer,’’ ungkap Camat Pejagoan.
Pada kesempatan itu, Warga Kecamatan Pejagoan bersama personil TNI AD Kodim 0709 Kebumen tetap semangat dan tak kenal lelah bergotong royong mengerjakan jembatan sejak Januari 2020. Hanya saja, di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), warga yang ikut kerja bakti dipilih benar-benar sehat.
Farita berharap keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya akan sangat membantu warga Kecamatan Pejagoan dan sekitarnya. Dengan begitu akses menuju pusat kota Kebumen akan lebih dekat.
“Warga tidak lagi harus memutar melewati Alun-alun Kebumen yang jarak tempuhnya lebih dari 3,5 kilometer,”imbuhnya.
Adanya pembangunan jembatan yang membentang sepanjang 70 meter dengan lebar 1,63 meter tersebut disambut antusias oleh para Warga. Meski demikian, selama proses pembangunan warga yang tidak berkepentingan dilarang menonton. (K24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















