KesehatanLingkungan HidupPemerintahanPERISTIWASOSIAL

Soal Penanganan Corona, Pemkab Kebumen Dinilai Lamban Dan Belum Transparan

1356
×

Soal Penanganan Corona, Pemkab Kebumen Dinilai Lamban Dan Belum Transparan

Sebarkan artikel ini

 

ALIAN, Kebumen24.com –  Katua RMI NU Kebumen Gus Fachrudin Achmad Annwawi menilai pemerintah Kabupaten Kebumen lambat dalam menangani penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah kota berselogan beriman ini. Selain itu pemkab juga dinilai terkesan menutupi fakta tentang wabah virus corona.
Gus Fachru mencontohkan seperti kejadian di kecamatan Rowokele baru baru ini. Sempat beredar video pada selasa malam 31 Maret 2020, melalui media sosial dan whatshap ada salah seorang warga yang terpapar corona sedang di evakuasi. Hal itu lantas membuat kepanikan warga lantaran pemkab tidak segera memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Selanjutnya kejadian di kecamatan Klirong dan Adimulyo. Dimana  Warga Desa Wajasari, Kecamatan Adimulyo dikejutkan dengan peristiwa meninggalnya salah satu warga setempat berinisial SP (50). Berdasarkan informasi masyarakat, SP meninggal dunia sepulang dari Bandung, Jawa Barat, Jumat (03/04) lantaran mengeluhkan sesak nafas hingga kemudian dirinya meregang nyawa sekira pukul 06.30 WIB di rumahnya. Jenazah SP kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat dengan menggunakan protap atau aturan pemakaman corona.
Selain menyayangkan, Gus Fachru yang juga pengasuh Ponpes Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian mengatakan, kurangnya keterbukaan pemerintah, membuat masyarakat tidak punya pegangan dalam melakukan pencegahan virus corona ini. Menurutnya, dengan keterbukaan informasi dari pemerintah, maka masyarakat bisa memahami data dan fakta secara baik soal masalah ini, sehingga bisa bersama-sama mengatasi penyebaran virus corona.

“Saya kira Pemerintah lamban dan kurang terbuka, padahalkan  pemkab sudah buat website resmi tentang corona yang kini jadi rujukan masyarakat, harusnya pemkab cepat melakukan update infromasi atau melalui media lain, baik itu positif maupun negativ. Dengan begitu Masyarakat akan tumbuh kebersamaan mengatasi ini kalau mereka memahami data dan fakta secara baik,” tegas Gus Fachru, Sabtu 4 April 2020, di Ponpes Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian.

Pihaknya meminta kepada pemkab dalam hal ini ketua Gugus tugas Corona Kebumen, agar segera mengambil langkah cepat atau dengan membentuk tim satgas di setiap desa hingga Rw Sehingga masyarakat bisa secara mudah melakukan kordinasi di setiap wilayah masing masing.

‘’ Penenaganan corona ini tdak bisa dilakukan dengan santai, harusnya pemerintah gesit melakukan trobosan trobosan atau misalnya membuat tim satgas di masing masing desa hingga tingkat RW,Kl bisa di tingkat RW dan  didukung melalui dana ADD, untuk kelurahan bisa di ambilkan dana dari kabupaten yg sudah di siapkan untuk penanggulangan covid, ini saya kira akan lebih efektif,’’imbuhnya.

Seperti diketahui, sejak adanya covid 19, pemkab kebumen telah melakukan berbagai upaya untuk penanganan pencegahan wabah tersebut. Seperti halnya membentuk sebanyak 6 posko cek poin untuk mengantisipasi kedatangan pemudik. Dimana penumpang angkutan umum ataupun pemudik harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh dari petugas.
Adapun langkah lain mengenai informasi, pemkab kebumen juga telah membuat website resmi bernama https://corona.kebumenkab.go.id/. Dari website tersebut hingga hari ini Sabtu 4 April 2020, tercatat  jumlah orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kebumen terus meningkat.Yaitu sebanyak 1745 ODP dan 49 PDP atau biasa disebut dengan istilah suspect corona. Sedangkan pasien yang dinyatakan positif corona sebanyak 2 orang dan Satu diantaranya telah meninggal dunia. (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.