KesehatanReligiSOSIAL

Darurat Corona, Pemerintah Harusnya Peduli Dengan Ekonomi Masyarakat Bawah

1206
×

Darurat Corona, Pemerintah Harusnya Peduli Dengan Ekonomi Masyarakat Bawah

Sebarkan artikel ini
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimluyo Kecamatan Alian, Gus Asyhari Muhammad Al Hasani 


ALIAN, Kebumen24.com –  Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimluyo Kecamatan Alian, Gus Asyhari Muhammad Al Hasani meminta Pemkab Kebumen harus bersikap adil dengan kebijakan yang telah dikeluarkan mengenai penanganan Wabah virus corona. Terlebih Kabupaten Kebumen yang belum lama ini masuk dalam kategori zona merah dan ditetapkan sebagai status tanggap darurat non alam pasca salah satu warga meninggal dunia akibat positif terpapar covid 19.
Menurutnya, hal tersebut tentu sangat berdampak pada melemahnya ekonomi masyarakat, khususnya warga kalangan bawah. Betapa tidak, ditengah maraknya wabah virus corona, masyarakat diminta untuk tetap berdiam diri dirumah, dan membatasi hubungan sosial seperti social distancing atau physical distancing. Dengan begitu secara otomatis menambah derita kaum pinggiran yang menggantungkan hidup dari penghasilan tak menentu.

‘’ Pemerintah dalam hal ini Bupati , seharusnya mengambil langkah cepat untuk memikirkan nasib masyarakat yang dibawah. Bagaimana susahnya kondisi ekonomi sekarang, jangan hanya Cuma himbauan saja, akan tetapi bentuk kepedulianya mana,’’tegas Gus Hari yang juga Ketua Pagar Nusa Kebumen, Sabtu 4 April 2020, di Ponpes Alhasani Alian.

Dampak corona ini dirasa benar benar menyudutkan masyarakat. Disatu sisi mereka memikirkan akan bahaya keselamatanya dari virus corona, namun disisi lain mereka juga dituntut harus mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sehari hari.

‘’ Gimana mereka mau merasa aman kalau persediaan mereka tidak cukup untuk ke depan. Apa pemerintah akan memberi sembako. Masyakat itu akan nurut kalau pemerintah bisa menjamin adanya jaminan dari kebijakan tersebut. untuk iru seharusnya Bupati Peka dengan kondisi ekonomi yang tengah dirasakan masyarakatnya,’’imbuhnya. 

Lebih jauh Gus Hari juga mengatakan, terkait Kebijakan pemerintah dengan membuat beberapa protokol pencegahan seperti anak sekolah dan pekerja yang dirumahkan, pembatasan transportasi umum, dan pembatasan pembelian bahan makanan, tidak diikuti dengan jaminan tentang penurunan penularan virus Corona.

‘’ Sekolah memang diliburkan, tapi di Kebumen kan juga banyak pondok pesantren. Dimana para santri yang kondisi latar belakang yang kurang mampu, mereka masih memilih tinggal di pondok karena dirasa lebih nyaman. Untuk itu Pemkab juga perlu memikirkan nasib para santri yang ada di pondok. Kalo bukan pemerintah siapa lagi,’’tandas Gus Hari. (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.