![]() |
| Foto istimewa |
KEBUMEN, Kebumen24.com – Banyaknya pemudik yang mulai berdatangan ke Kebumen dalam beberapa terkahir ini, membuat jumlah orang dalam pengawasan (ODP) corona di Kebumen meningkat cukup drastis. Untuk itu pemkab memberlakukan ketentuan karantina bagi pemudik dan menyiapkan skema terburuk jika terjadi ledakan kasus Covid-19 di Kebumen.
Ketua Gugus Penanganan dan Pencegahan Corona Arif Sugiyanto yang juga Wakil Bupati Kebumen, mengatakan jumlah ODP di Kebumen telah tembus pada angka ribuan. Dari data yang ada hingga kemarin, sudah ada 1042 PDP dan 34 PDP. Lonjakan ini diakuinya tak lepas dari kedatangan para pemudik di Kebumen.
Sementara berdasar prediksi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kebumen, yang merujuk riset matematika sederhana ilmuwan ITB, Indonesia akan mengalami puncak jumlah kasus harian COVID-19 pada akhir Maret 2020 dan berakhir pada pertengahan April 2020.
Terkait hal itu, pemkab Kebumen kini tengah mewacanakan untuk sejumlah sarana publik menjadi tempat karantina bila Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami lonjakan. Salah satunya yaitu adanya tempat karantina lain di luar rumah sakit, dalam hal ini aternatifnya adalah semua GOR yang ada di setiap kecamatan.
“Saya tegaskan ini hanya untuk mengantisipasi skema terburuk dan semoga saja tidak terjadi. Namun jika terjadi, maka kita semua harus siap. Rumah sakit akan tetap diutamakan. Soal penggunaan GOR juga membutuhkan banyak persiapan lain. Dari sarana prasaran kesehatan maupun tenaga medisnya,’”ucap Arif saat ditemui usai menggelar Rapat Kordinasi Pencegahan Corona di Gedung F komplek setda Kebumen, Minggu malam 29 Maret 2020.
Saat diisinggung mengenai soal kebijakan lockdown, Arif menegaskan tidak memikirkan hal tersebut. Menurutnya, tidak ada istilah lockdwon. Yang ada hanyalah karantina wilayah, dan yang terpenting saat ini warga bisa bersama-sama melakukan pencegahan untuk melawan corona.
Adapun Caranya, yakni dengan mematuhi aturan pemerintah soal “social distancing” serta menghindari kegiatan kerumunan atau menghadirkan massa. Selain itu, melakukan upaya mandiri dengan menjaga diri di rumah dengan menjaga kondisi tubuh serta melakukan semprotan mandiri untuk perabotan rumah tangga. (K24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















