KEBUMEN, Kebumen24.com- Ditengah badai corona yang sedang menyelimuti wilayah Kebumen. Bagi sebagian masyarakat bawah atau biasa disebut kalangan akar rumput, adanya himbauan agar tetap berdiam diri dirumah nampaknya ibarat memakan buah simalakama.
Betapa tidak, disatu sisi mereka memikirkan keselamatan dirinya maupun orang lain dari ancaman virus Covid-19. Dilain sisi, mereka juga harus berpacu mencari nafkah untuk bertahan hidup selama masa pandemi corona. Seperti pantauan kebumen24.com di seputar jantung Kota Kebumen. Masih banyak masyarakat yang tetap bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Terlebih, belum lama ini Kebumen telah masuk dalam zona merah dan ditetapkan sebagai status tanggap darurat non alam pasca satu warga dinyatakan meninggal akibat positif terjangkit corona. Serangkaian perjalanan ini tentu menambah derita kaum pinggiran yang menggantungkan hidup dari penghasilan tak menentu.
Menghadapi kegelisahan itu, ada satu ASN di lingkungan Pemkab Kebumen yang berupaya memecah kebuntuan mengenai himbauan ‘Stay at home’. Dia adalah Wahyu Siswanti. Berangkat dari keprihatinan melihat belum berjalan secara optimal himbauan yang diharapkan oleh pemerintah.
Wanita dua anak ini memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok sebanyak 100 paket yang menyasar para pekerja kasar. Bantuan itu dibagikan kepada para tukang becak, juru parkir, pedagang keliling, tukang sayur serta ojek online yang kedapatan sedang mangkal di setiap sudut Kota Kebumen.
“Mereka yang sekiranya membutuhkan sebagai pejuang nafkah itu yang kita prioritaskan untuk dibantu. Karena sebetulnya ingin memaksa dia dirumah tapi dia kan butuh makan juga,” jelasnya, Minggu, 29 Maret 2020.
Dijelaskan, salah satu kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini tidak terlepas dari kepedulian antar sesama. “Nyuruh orang dirumah tapi tidak ada solusi, jadi satu-satunya jalan kita mengawali punya kesadaran untuk ikut membantu,” kata Wahyu, sapaan akrabnya.
Menurutnya, apa yang dilakukannya tersebut diharapkan dapat memantik pihak lain dalam berlomba-lomba memberikan stimulus ekonomi konkrit kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu, persoalan pencegahan penyebaran virus corona khusunya di Kebumen dapat segera teratasi.
“Banyak kok orang mampu di Kebumen, banyak banget. Kalau ingin mereka tidak dijalan solusinya kita bantu mereka agar tetap dirumah,” imbuhnya.
Salah satu tukang becak Budiono (60), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen menyambut baik pemberian bahan makanan pokok pada kesempatan itu. Diterangkan, semenjak begitu masif penyebaran virus corona di Kebumen, sangat berdampak pada penghasilan yang diterima setiap hari.
“Luar biasa terasa ini corona. Saya berangkat dari pagi sampai siang ini belum dapat penumpang satu pun. Biasanya satu atau dua pasti dapat,” terangnya.
Ia berharap banyak kepada Pemerintah agar memberikan solusi jitu dalam menghadapi ancaman virus corona, serta dapat memperhatikan nasib seperti profesinya.
“Mau gimana lagi ya, kita sebenarnya mau dirumah tapi pemerintah seharusnya punya jalan keluar,” ujar dia.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kebumen Ahmad Ujang Sugiono mengatakan, tidak menutup kemungkinan mengalihkan perjalanan dinas ASN untuk mengatasi dampak virus corona mengingat saat ini baik ODP maupun PDP terus menunjukan trend kenaikan. Hal tersebut mengacu penyampaian Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu meminta kepada para menteri hingga pejabat pemerintah di daerah agar memangkas rencana belanja APBN hingga APBD yang dianggap tidak menjadi prioritas.
“Kita lihat aturannya dulu. Kalau aturannya boleh kita laksanakan. Coba nanti kita cermati aturannya seperti apa. Pokoknya yang penting kita sesuai ketentuan gitu aja,” terang Ujang kepada kebumen24.com.
Saat menggelar rapat terbatas secara online tentang kebijakan moneter dan fiskal menghadapi dampak ekonomi pandemi global Covid-19 pada Jumat, (20/3). Jokowi menyebut, relokasi anggaran yang tidak prioritas itu akan menyasar pada tiga poin penekanan. Pertama yakni mengenai penguatan bidang kesehatan dalam penanganan virus corona. Kedua, relokasi anggaran diperuntukan berupa bantuan sosial dari pemerintah untuk rakyat, dengan harapan bantuan ini mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya, relokasi anggaran dapat digunakan untuk memberikan insentif atau kemudahan bagi para pelaku usaha agar menekan kemungkinan terjadi PHK ketika menghadapi persoalan virus corona. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.