Pemerintahan

Dukung Pengembangan Geopark, Bank Jateng Diminta Buka ATM Hingga Pelosok

1337
×

Dukung Pengembangan Geopark, Bank Jateng Diminta Buka ATM Hingga Pelosok

Sebarkan artikel ini


KEBUMEN, Kebumen24.com- Keberadaan Geopark Karangsambung-Karangbolong (GKK) masih butuh sentuhan dalam hal pengembangan, salah satunya perlu dibuka mesin ATM guna mempermudah aksesibilitas masyarakat di daerah pelosok yang notabene juga berada di kawasan GKK. Hal tersebut mencuat ketika Sarasehan Bupati Kebumen dan Direktur Keuangan Bank Jateng bersama Karyawan Bank Jateng Cabang Kebumen, Kamis, 13 Februari 2020.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen Azam Fatoni meminta, pengadaan ATM oleh Bank Jateng dapat dilakukan di setiap kecamatan khususnya daerah dengan kategori terluar dan tertinggal. Mengingat saat ini Pemkab Kebumen sedang gencar malakukan penataan dalam menyambut status Unesco Global Geopark (UGG) tahun depan.

 “Saya rasa butuh ATM seperti di Sadang, karena belakangan ini kita sering berkunjung kesana. Intinya biar mempermudah masyarakat,” ucapnya.

Menurut Azam, adanya ATM hingga pelosok dinilai penting sebagai wujud pelayanan terbaik terhadap masyarakat tanpa tebang pilih. Ia membeberkan, Kecamatan Sadang sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan GKK, sebab disana terdapat berbagai potesi alam yang patut dikembangkan.

“Kekayaan alam bagian utara Kebumen sungguh luar biasa, banyak yang bisa kita kembangkan yang nantinya berdampak pada roda perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Ia juga berharap, kegiatan sarasehan yang baru kali pertama digelar itu dapat memanfaatkan obyek wisata di Kebumen sebagai tempat sarasehan berikutnya.

“Jadi tidak ada salahnya kita lakukan di tempat wisata, sekaligus bisa mengisi hari libur bersama keluarga,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Keuangan Bank Jateng Dwi Agus Pramudya menyambut baik usulan tersebut yang nantinya menjadi catatan program peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, pihaknya mengaku kesulitan sinyal jika membuka ATM di daerah pelosok.

 “Kami tampung masukan itu, tentunya tidak terlepas dari pengamatan Disporawisata. Tapi kendala kami keterbatasan sinyal apabila memasang ATM disana,” paparnya.

Disebutkan, guna meningkatkan optimalisasi pelayanan, saat ini Bank Jateng Cabang Kebumen telah memiliki satu jaringan kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang tersebar di lima kecamatan, serta enam kantor kas. Selain itu tersedia pula satu mobil kas keliling, tujuh payment point dan 30 ATM juga 13 laku pandai untuk mendukung pelayanan.

“Pasang satu ATM itu pengajuan hingga OJK, kita juga berfikir kearah situ. Dalam waktu dekat ada penambahan ATM di tujuh titik,” sebutnya.

Selain dihadiri Direktur Keuangan Bank Jateng, kegiatan itu juga dihadiri Asisten 2 Setda Kebumen, Pemimpin Koordinator Magelang yang mengkordinir Bank Jateng cabang Eks Karisidenan Kedu, Pemimpin Cabang Pembantu, serta segenap karyawan Kantor Cabang maupung Cabang Pembantu Bank Jateng.
Sementara Bupati Kebumen H.Yazid Mahfudz mengatakan, Bank Jateng merupakan mitra Pemkab dalam hal keuangan daerah, ia menyebut, saat ini Pemkab Kebumen penyertaan modal yang dimiliki sebesar Rp 42 miliar. Tidak menutup kemungkinan, kedepan akan bertambah seiring program yang disesuaikan dalam RPJMD.

“Perda memang berbunyi maksimal sejumlah itu, tapi jika melihat roadmap yang ada bisa bertambah jadi Rp 48 miliar,” katanya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.