PERISTIWA

78 Warga Diduga Keracunan Makanan, Pemerintah Desa Grenggeng Karanganyar Menyayangkan Biaya Perawatan Tidak Ditanggung Sepenuhnya Oleh Pemkab

1276
×

78 Warga Diduga Keracunan Makanan, Pemerintah Desa Grenggeng Karanganyar Menyayangkan Biaya Perawatan Tidak Ditanggung Sepenuhnya Oleh Pemkab

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Eri Sulistiawan 

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Sebanyak 78 Warga di Kecamatan Karanganyar Kebumen, dinyatakan Mengalami Gejala Keracunan setelah menghadiri Pesta Pernikahan Pada Minggu 2 Februari 2020 kemarin. Hingga kini, penyebab kejadian itu belum diketahui secara pasti, dan mesih menunggu hasil pemeriksaan petugas.
Kendati begitu, dari  informasi yang diperoleh, sebagain kondisi korban kini telah berangsur membaik dan ada yang telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan medis.
Sebelumnya, petugas telah mengambil 13 sampel makanan yang diambil dari tiga lokasi hajatan. Kemudian Sampel makanan itu dimasukkan Laboratorium Kesehatan Daerah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari tiga belas sampel makanan yang diambil yakni sop, udang, daging sapi, rolade, es krim, daun pepaya, nasi, dawet, sayur kangkung, puding, empek-empek, siomay dan bakso.
Terkait kasus tersebut, Kepala Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Eri Sulistiawan menjelaskan, bahwa korban keracunan tidak hanya dari Desa Grenggeng akan tetapi juga dari Desa Sidamulya Kecamatan Karanganyar dan juga Desa Panjangsari Kecamatan Gombong.
Dari data yang ada,  warga desa Grenggeng yang diduga mengalami keracunan makanan berjumlah 39 orang. Dan semua korban telah ditangani pihak puskesmas serta rumah sakit sejak Senin Kemarin.

“Untuk pendataan sampai hari ini masih ada yang masuk menjadi korban karena reaksinya ada yang baru tadi malam dirasakan korban,’’ungkapnya. Selasa 04 Februari 2030. Saat ditemui di Kantornya.

Adapun mengenai biaya perawatan para korban yang ditangani di RSUD dan Puskesmas telah ditanggung Pemerintah Kabupaten Kebumen. Kendati demikian, Kepala Desa Grenggreng merasa sangat menyayangkan lantaran Korban yang dirawat Di Rumah Sakit Swasta harus berobat dengan biaya terpaksa harus di tanggung oleh Pihak Pemerintah Desa.

“Menurut saya pemkab kurang Bijak, harusnya semua biaya perawatan korban bisa ditanggung semuanya. Tapi ya nggk papa, Kami dari pihak pemdes akan berusaha untuk mengcover biaya berobat warga kami yang menjadi korban dan dirawat di RS swasta bitu,”ucap Eri.

Lebih lanjut Eri mengatakan, terkait masalah tersebut, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak Kepolisian dan hasil pemeriksaan Laboratium agar diketahui secara pasti penyebab peristiwa itu.

“Kita masih nununggu hasil untuk tahu siapa yang harus bertanggamg jawab, kalau nantinya memang harus menempuh jalur Huikum, ya akan kita upayakan,” imbuhnya

Kepada warganya Eri Kades Grenggeng juga menghimbau untuk tenang dalam menyikapi hal ini, dan apabila dari warga ada yang masih mengalami gejala seperti korban lain. Diminta jangan ragu untuk memeriksakan diri ke puskesmas dan masalah biaya pemerintah Desa siap membantunya.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan pabila dari warga masih ada yang mengalami gejala seperti korban lain, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke puskesmas dan tidak perlu khawatir masalah biaya, Kami siap,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang peroleh dari Puskesmas Karangnyar, dari jumlah 22 korban yang dirawat di Puskesmas, sedikitnya ada 14 orang yang sudah kembali ke rumah setelah dinyatakan sehat dari pihak Puskesmas.
Salah satu warga Bekti (35) warga rt 01/04 Desa Grenggeng mengatakan, dirinya sudah merasa lebih baik dan sehat setelah mendapatkan penanganan medis dan di rawat satu malam di Puskesmas Karanganyar .
“Alhamdulillah sekarang udah sehat, kalo kemarin mual muntah dan diare berkali kali dari jam 3 pagi.” Kata Bekti. (K24/ARTA)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.