Kesehatan

Kewaspadaan Dini Virus Corona, Dinkes Kebumen Buka Posko di Tiga Titik

1526
×

Kewaspadaan Dini Virus Corona, Dinkes Kebumen Buka Posko di Tiga Titik

Sebarkan artikel ini
Foto Ilsutrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com- Seperti diketahui pada awal tahun 2020, infeksi 2019-nCoV menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Kasus ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel coronavirus. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China. Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan serta kewaspadaan dini dalam menghadapi hal tersebut maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen berencana membuka posko di tiga titik tempat akses pemberangkatan dan pemberhentian moda transportasi darat meliputi Terminal tipe A Kebumen, Stasiun Kebumen serta Terminal Gombong.

Kepala Dinkes Kebumen Dwi Budi Satrio menyampaikan, upaya tersebut dilakukan setelah adanya instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan tindak lanjut rapat koordinasi kesiapsiagaan pandemi virus corona oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah yang mengundang pihak terkait di Kabupaten.

“Perintah itu kita terima dari Pak Ganjar dua hari lalu. Kemudian sosialiasi dari provinsi kemarin dan dipastikan kita mendirikan posko yang patut kita curigai virus corona itu,” katanya, saat ditemui awak media, Rabu 29 Januari 2020.

Tindak lanjut di Kabupaten, jelas Budi, akan diagendakan rapat koordinasi melibatkan lintas sektor yang menekankan akses darat sebagai fungsi deteksi dini masuknya virus corona. Meski demikian, hal yang patut digaris bawahi yakni WNI maupun WNA yang berpergian ke daerah China.

 “Besok siang kita rapat dengan pak sekda karena penanganan ini multisektoral menyangkut mobilitas orang,” ucapnya.

Sebagai langkah prefentif, pihaknya akan berkampanye melalui spanduk di lokasi titik strategis pusat keramaian, juga memberikan surat edaran kepada Puskesmas di setiap kecamatan untuk melakukan hal serupa.

 “Kita pasang spanduk, kalau di nasional kan ada thermo scaner, langkah kita lebih ke assasmen ketika dia merasa sakit untuk datang ke posko itu kalau tidak ya ke rumah sakit,” imbuhnya.

Budi menyebutkan, ada beberapa hal terkait penyebaran virus corona yang perlu disikapi secara serius antara lain kedatangan para buyer pencari jenitri dari luar mengingat Kebumen merupakan daerah penghasil jenitri. Selain itu, momentum perayaan imlek yang ditengarai banyak masyarakat pergi ke China. Begitu pula sebaliknya warga China yang datang ke Indonesia.

“Entah masih banyak atau tidak buyer jenitri ke Kebumen. Tapi itu menjadi bahan kewaspadaan kita. Untuk itu kita juga melibatkan Tim pengawas orang asing (Tim Pora) kabupaten,” tandas Budi.

Diterangkan Budi, sesuai instruksi Dinkes Provinsi Jawa Tengah, pihaknya berkewajiban melaporkan data harian secara berkala melalui pelayanan kesehatan baik warga yang terindikasi terjangkit virus corona maupun tidak.

“Ada laporan 1×24 jam setiap hari, ketika berangsur reda kita laporan dua minggu sekali untuk diteruskan ke Kemenkes,” terangnya.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSDS Kebumen Dr Sri Fatmawati menuturkan, pihak RSDS akan selalu berkordinasi dengan Dinkes Kabupaten dan 10 rumah sakit rujukan guna penanganan virus corona dalam melaksanakan preventif, deteksi serta respon yang terjadi di lapangan.

“Upaya kita berkordinasi, bahkan setelah ini akan kita kordinasikan dengan dokter IGD,” jelasnya.

Ia meminta agar masyarakat tidak perlu panik serta dapat mengenali sejak dini kriteria kasus virus corona. Diterangkan, sebagai bahan edukasi kepada masyarakat, bahwa beberapa gejala yang muncul indikasi terjangkit virus corona yakni demam, batuk, pilek maupun nyeri tenggorokan serta pneumonia.
Lebih lanjut, gejala tersebut muncul juga mempertimbangkan faktor resiko dimana orang yang diduga terjangkit virus corona memiliki riwayat berpergian ke China atau negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala. Kontak erat maupun telah mengunjungi rumah sakit yang telah dilaporkan di negara terjangkit kasus virus corona. Selain itu, kontak dengan hewan jika hewan penular sudah teridentifikasi di negara yang diketahui bersirkulasi pada hewan atau pada manusia akibat penularan hewan.

“Sebetulnya ketika daya tahan tubuhnya bagus itu ya kuat. Tidak perlu panik ketika kita tidak berpergian ke China khususnya Wuhan,” pungkasnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.