SOSIAL

660 Petani Terkena Puso di Sangubanyu Diberi Bantuan Beras

996
×

660 Petani Terkena Puso di Sangubanyu Diberi Bantuan Beras

Sebarkan artikel ini

BULUSPESANTREN, Kebumen24.com- Bagi seorang petani, ancaman gagal panen atau puso merupakan suatu petaka. Lahan yang setiap hari diolah menyisakan keprihatinan tersendiri dikarenakan puso.
Berbeda halnya dengan para petani di Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren. Saat ini setidaknya mereka dapat bernafas lega sebab lahan miliknya yang gagal panen digantikan dengan sekantong beras.
Kades Sangubanyu Bambang Gunadi menuturkan, bantuan gagal panen berupa beras sebanyak 3,25 ton yang diberikan kepada 660 petani terdampak puso pada tahun 2019. Penyerahan bantuan yang dilakukan secara simbolis itu juga diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di desanya. 

“Bantuan ini semoga dapat mengurangi kemiskinan, karena angka kemiskinan masih terdapat sedikitnya 237 orang dari 4.419 penduduk Sangubanyu,” ucapnya, Rabu 15 Januari 2020.

Camat Buluspesantren Budhi Suwanto mengemukakan, bahwa kemiskinan setiap desa di Kecamatan Buluspesantren berkisar sekitar 20 persen, angka tersebut lebih tinggi dari tingkat kabupaten yang 16,82 persen. Akumulasi data tersebut yang menempatkan Kebumen sebagai kabupaten termiskin Se-Jateng. Oleh karenanya, ia berharap agar tolak ukur setiap program di desa, bermuara untuk penanggulangan kemiskinan.

 “Masyarakatnya juga harus bersemangat untuk keluar dari kemiskinan,” pinta Budi Suwanto saat Doa Bersama dan Pembagian Beras Puso Gagal Panen serta Pembayaran PBB Satu Hari Lunas di Gedung Serba Guna Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren.

Sementara, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Kristiana Marahastuti menjelaskan, terjadinya puso yang dialami petani Desa Sangubanyu pada 2019 mengakibatkan hanya panen satu kali setahun.

 “Ini kejadian kali kedua. Semoga ke depan tidak hanya panen satu kali satu tahun,” tuturnya.

Menyikapi hal itu, para petani diminta segera mengolah lahan untuk memulai masa tanam. Pihaknya pun mengapresiasi gelaran doa bersama tersebut. Menurutnya, dengan doa disertai usaha yang sungguh-sungguh, maka hasil yang diperoleh dapat optimal.

 “Bantuan puso gagal panen pun diharapkan cukup diberikan satu kali saja. Ke depan tidak ada lagi gagal panen,” katanya.

Lebih lanjut, dari Distapang Kebumen sudah berupaya dalam mengatasi kesulitan petani. Antara lain bantuan atau stimulan alat mesin pertanian berupa pompa, traktor. Selain itu, guna mendukung mobilisasi para petani juga telah dibangun jalan usaha tani.

“Apa yang sudah diberikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas dia. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.