PETANAHAN, Kebumen24.com, Ribuan orang memadati pasar tradisional Desa Kewangunan. Pasar yang baru diresmikan itu menyajikan berbagai menu kuliner tradisional yang sudah jarang ditemui di pasaran modern.
Dengan konsep tradisional itulah para pengunjung seakan dibawa kembali ke masa lalu. Belum ditambah dengan ornamen ornamen tradisional mulai dari caping yang terbuat dari bambu, warung yang kemas menggunakan pelepah daun pandan, dan bahkan para penjual pun menggunakan pakaian adat batik lurik, serta jalan masuk yang masih tanah.
Adapun Transaksi dipasar ini, yaitu menggunakan Kethip atau anyaman daun pandang berbentuk koin. Di pasar kuliner tradisional ini, pengunjung jika hendak membeli tidak boleh langsung menggunakan uang, melainkan harus ditukar dahulu dengan kethip. Setelah menukar uang dengan kethip barulah pengunjung dapat bertransaksi dengan pedagang. Penukaran uang dilaksanakan di pintu masuk pasar.
Selain itu, di Pasar Wangun Jinawi ini tidak buka setiap hari. Melainkan hanya setiap Minggu Pon saja. Kesempatan tersebut harus digunakan dengan sebaik mungkin. Ini mengingat pasar baru buka 35 hari sekali. Di pasar kuliner tradisional ini tersaji beragam makanan, meliputi utri, awug-awug, rujak bebeg, koci, serabi, soto, bongko, jenang jagung, jenang sumsum dan jenang candil. Selain itu adapula peyek udang, es dawet, es cau, wedang ronde dan lainnya.
Pasar Wangun Jinawi yang terletak di RT 1 RW 2 Desa Kewangunan Petanahan itu dilounching oleh Wakil Bupati Arif Sugiyanto SH yang diwakili Sekretaris Dispermades Kebumen Siti Nuriatun Fauziah SAg MSI. Secara simbolis pembukaan dilaksanakan dengan gunting pita dan potong tumpeng. Acara juga dihadiri jajaran Muspika petanahan dan Kepala Desa Kewangunan.
Acara pembukaan pun dikemas meriah ini dengan menampilkan Band The Gaek, AFBW Academy Kids dan 250 angklung dari Kampung Dolanan Nusantara Magelang. Acara semakin meriah dengan banyaknya pengunjung pasar. Para pengunjung seakan tidak sabar untuk segera bertransaksi menggunakan kethip.
Ketua Panitia Pasar Wangun Jinawi Yuli menyampaikan, keberadaan pasar diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya masyarakat Kewangunan dan sekitarnnya. Adanya pasar akan memunculkan kegiatan perekonomian yang berujung pada peningkatan kesejahtraan.
“Harapannya dengan adanya Pasar Wangun Jinawi dapat meningkatkan ekonomi. Selain itu juga untuk mengenalkan makanan tradisional yang merupakan makanan alami dan sehat,” tuturnya.
Sementara itu dalam sambutannya Siti Nuriatun Fauziah SAg MSI berpesan agar para pengunjung dan penjual selalu menjaga kebersihan. Sehingga pasar nyaman dan sehat. Jangan sampai pasar menjadi kumur dan dan tidak tertata dengan rapi.
“Mudah-mudahan tujuan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai dengan baik,” ucapnya. (K24/IMAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















