Lingkungan HidupReligi

Datang Ke Gubuk Fajim, Preman Bisa Langsung Insyaf

1885
×

Datang Ke Gubuk Fajim, Preman Bisa Langsung Insyaf

Sebarkan artikel ini
Foto Gus Hari sedang memberi arahan kepada dua anggota Fajim 26/12/019 di Gubuk Fajim Alhasani Jatimulyo alian

ALIAN, Kebumen24.com – Apa yang dilakukan Pondok Pesantren Al-Hasani ini patut untuk ditiru. Pasalnya, bukan hanya memberikan tempat kepada santri umum saja yang ingin belajar mengaji ilmu agama. Akan tetapi, dipondoknya ini juga memberikan Ruang kepada para preman yang ingin insyaf kembali ke jalan yang benar. Salah satunya yaitu dengan mendirikan bangunan Gubuk Fajim.
Bangunan yang teletak di pertengahan sawah itu, didirikan di atas tanah milik Ponpes Al Hasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, yang berada di komplek Ponpes setempat. Adapun luas ukuranya, kurang lebih 4 X 7 meter dan dibawahnya terdapat sebuah kolam ikan dan kandang usaha peternakan ayam yang dikelola para santri Pondok.
Foto Gubuk Fajim 26/12/019
Ketua Komunitas Forum Anak Jalanan Insyaf, Mengaji (FAJIM ) yang juga Pengasuh Ponpes Al Hasani Ustadz Asyhari Muhammad Al Hasani mengatakan, Gubuk Fajim ini didirikan sebagai tempat untuk kegiatan mengaji dan sekaligus bertafakur ilalloh. Dengan harapan, para santri khususnya yang berlatar belakang anak jalanan itu nantinya bisa lebih Fokus dan peka terhadap lingkungan sekitar.

“Gubuk Fajim ini kita dirikan agar mereka khususnya anak jalanan bisa lebih khusu’ melakukan kegiatan belajar pendalaman ilmu agama. kemungkinan kalo dipondok campur dengan santri lain mereka masih canggung, kalo disini kan mereka bisa lebih lepas belajar tanpa ada rasa malu,” ujar Ketua Fajim yang akrab di sapa Gus Hari, Kamis 26 Desember 2019.

Tak hanya itu, sebagai kepedulianya terhadap para anak jalanan, Gus Hari juga memberikan pembekalan tentang wawasan kehidupan agar mereka benar benar mengetahui dan menyesali atas perbuatannya yang telah dilakukanya sebelumnya. Sehingga diharapkan, mereka bisa benar benar insyaf kembali kejalan yang benar.

“Selain ilmu agama, disini mereka juga kita  arahkan untuk bagaimana bisa bekerja mencari rizki yang halal. Salah satunya dengan usaha peternakan pertanian dan bisnis. Semua ini kita lakukan semata mata agar mereka bisa kembali ke jalan yang benar dan bisa bermamfaat bagi dirinya,”ucap Gus Hari.

Disisi lain, Gus Hari juga menjelaskan, upayanya dalam mensyiarkan Dakwah kepada masyarkat di Era saat sekarang ini, pihaknya juga telah melakukan terobosan lain. Yaitu melalui Film pendek yang di unggah melalui Channel Youtube, akun facebook, instagram, twitter, website, bernama Santri Fajim.

TONTON FILMNYA : 

Dalam film tersebut banyak sekali menceritakan tentang kisah atau gambaran kehidupan nyata yang sebelumnya dialami oleh sebagian para anak jalan yang kini telah insyaf menjadi santri Pondok Alhasani.

“Dengan Film itu diharapkan mereka bisa meresapi dan sekaligus berekpresi membuang semua masa lalunya yang buruk agar menyadari perbuatan yang dilakukanya dulu itu salah.sisi lainya dengan pembuatan film itu juga bisa sekaligus mengajarkan kepada para santri agar bisa menggunakan dan memamfaatkan teknologi yang benar dan bijak..” imbuhnya.

Foto Gubuk Fajim 26/12/019

Adapun Dialog dalam Film yang diproduksi oleh anggota fajim Mulai tahun 2019 yakni menggunakan bahasa ngapak asli Kebumen. Meski sedikit terkesan komedi, namun banyak terkandung pesan pesan moral dan religius yang memiliki makna penting dalam kehidupan sehari hari. Dengan harapan film ini JUGA bisa menjadi hiburan yang bermamfaat bagi masyarakat.

“ Semoga dengan cara ini, masyarakat kebumen khususnya anak jalanan yang belum insyaf bisa segera bergabung di sini, dan kami siap menerima bagi sipa saja (red-anak jalanan) yang ingin kembali ke jalan yang benar,”tandas Gus Hari.

Foto Puji Tato 26/12/019
Sementara itu, salah Seorang santri, yang juga berlatar belakang “kelam”, Puji Tatto mengaku menemukan kedamaian setelah menimba ilmu agama dan tinggal di Ponpes Al Hasani. Terlebih adanya Gubuk Fajim itu. Secara rutin, ia selalu mengikuti program Fajim.

 “Hati saya menjadi tenang, dan saya sekarang alhamdulilah sudah bisa meninggalkan perbuatan-perbuatan yang sering meresahkan masyarakat,” ungkapnya Puji Tato yang kini sukses menjadi pengusah Jenitri itu (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.