Kesehatan

432 Warga Kebumen Meninggal Terserang HIV/AIDS

927
×

432 Warga Kebumen Meninggal Terserang HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejak awal hingga menjelang akhir tahun 2019, terdapat delapan warga Kebumen dilaporkan meninggal akibat terserang Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Tak hanya itu, sejak 2003-2019 Dinas Kesehatan Kebumen mencatat jumlah penderita yang meninggal akibat virus mematikan tersebut sebanyak 432 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani menyebutkan, selama dua tahun terakhir angka meninggalnya orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menunjukan trend penurunan. Dari data yang ada, pada 2017 tercatat ada 10 penderita yang meninggal. Sedangkan 2018 sebanyak 18 penderita.

 “Tahun ini menurun dibawah dua digit. Delapan itu diketahui ketika berada di layanan rumah sakit. Sehingga rumah sakit punya data. Orang yang meninggal kebanyakan sudah dalam kondisi AIDS,” katanya, baru baru ini.

Rini menjelaskan, kebanyakan kasus meninggalnya ODHA disebabkan tidak memperhatikan pola mengkonsumsi obat berjenis ARV yang diperuntukan menjaga sistem kekebalan tubuh penderita ODHA sendiri. Selain itu, kurangnya pemahaman akan bahaya HIV/AIDS dinilai menjadi salah satu faktor.

“Waktu masih fase HIV harusnya rutin minum obat bisa untuk mengurangi karena akan menjaga sistem kekebalan tubuh. Kadang ada yang minum obat tapi ditengah jalan drop out merasa sehat, adapula merasa bosan jadinya menganggap remeh,”jelasnya.

Perlu diketahui, estimasi ODHA di Kabupaten berslogan Beriman sebanyak 1.771 orang. Namun dilaporkan baru 73,8% atau 1.308 orang sejak 2003 hingga saat ini. Di 2019 hingga Oktober, Dinkes mendapatkan laporan ada 150 penderita yang didominasi kaum laki-laki. Namun demikian, Rini berharap kedepan tidak ada peningkatan jumlah laporan yang membuat Kebumen betah menjadi Kabupaten tertinggi nomor dua kasus HIV/AIDS di Jawa Tengah.

“Kita harapkan ya tidak bertambah, segala upaya bersama dengan yang lain sudah kita lakukan agar tidak di urutan kedua,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kebumen Istiyadi menuturkan, langkah pencegahan terus digencarkan dalam menekan angka ODHA dengan bekerja sama lintas sektoral dinas maupun instansi melalui sosialisasi pendekatan kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Serta dilakukan pemeriksaan atau deteksi dini pemberian layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi mereka yang divonis positif.

“Langkah pencegahan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Pemeriksaan atau screning juga ada, jadi orang yang sehat apakah positif atau tidak,” ucapnya.

Di Kebumen, sampai Oktober 2019 jumlah yang diperiksa terkait HIV/AIDS sebanyak 24.287 orang. Sedangkan yang positif terdapat  150 orang atau 0,61 persen. Adapun yang diprioritaskan, kata Istiyadi, merupakan ibu hamil. Sebanyak 21.612 ibu hamil telah diperiksa. Ditemukan sembilan ibu hamil yang positif terjangkit.

“Ditekankan untuk ibu hamil wajib periksa karena potensial menularkan ke anaknya dan petugas kesehatan yang akan membantu persalinan. Bagi yang positif kita ada perlakuan khusus,” kata dia.

Bagi ODHA, lanjut Istiyadi, telah dimudahkan dengan adanya 10 layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) yang tersebar di rumah sakit maupun puskesmas karena setiap bulan harus rutin mengambil obat ARV.

“Tidak harus kontrol setiap bulan ngambil di rumah sakit. Kita sudah ada layanan PDP, dua di rumah sakit dr Soedirman dan Rumah Sakit Prembun dan delapan ada di Puskesmas,”pungkasnya.(K24/HAFIDZ)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.