KesehatanSOSIAL

Awas, Jangan Sampai Tertular, Kasus HIV AIDS Di Kebumen Masih Tinggi

1540
×

Awas, Jangan Sampai Tertular, Kasus HIV AIDS Di Kebumen Masih Tinggi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com -Tingginya kasus HIV-AIDS di Kabupaten Kebumen, menjadikan keprihatinan tersendiri bagi Pemerintah. Berdasarkan penemuan di tahun 2019 hingga bulan September, kasus HIV di Kebumen tercatat 54 kasus, sedangkan AIDS ada 83 kasus.
Adanya hal tersebut, pemerintah  Kabupaten melalui Bagian Kesra kebumen, melaksanakan program Inovasi pencegahan HIV AIDS sejak dini. Salah satunya dengan menggelar kegiatan sosialisasi HIV – AIDS bagi mahasiswa dan pelajar yang digelar di Auditorium IAINU Kebumen, Selasa 12 November 2019.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen  Rini Kristiani, Kabag Kesra Kebumen Wahib Tamam, perwakilan Rektor IAINU Kebumen, serta di ikuti 250 Siswa Siswi SMK MAARIF 1 KEBUMEN dan Mahasiswa IAINU Kebumen.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, menghadirkan 3 Orang Narasumber, yakni Dokter Nugroho Arif dari Unit Pengobatan Penyakit Paru (UP3 ), Yulia Trihapsari Pesikolog RSUD Kebumen, dan Elis Suryani selaku Ketua Kelompok Dukungan Sebaya dari Purbalingga.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Kesra kebumen Wahib Tamam, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir kasus penularan penyakit HIV AIDS di Kebumen. Terlebih kasus tersebut kebanyakan di temukan dari kalangan Remaja.
Untuk itu, melalui kegiatan inipara peserta akan di berikan pemahaman mengenai bahaya penyakit menular Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).
“ Dengan sosialisasi ini, diharapkan para remaja dapat mengetahui bahaya dan menjauhi dari HIV AIDS,” ungkap Kabag Kesra Wahib Tamam.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Rini Kristiani mengungkapkan, penyakit HIV AIDS sangatlah merugikan bagi masyarakat. Dimana, kondisi kekebalan tubuh seseorang akan menjadi hilang, sehingga semua penyakit menggerogoti tubuh  yang akhirnya berujung kematian.
“HIV AIDS baru dapat diketahui setelah 10 hingga 15 tahun setelah tertular. Penularannya dapat melalui pertukaran darah, cairan, sperma, ASI. Langkah terbaik yang dilakukan adalah pencegahan,” tandas Rini.
Lebih Jauh Rini Juga Menjelaskan, Berdsarkan data di  tahun 2019, sedikitnya di temukan 183 kasus penederiat HIV – AIDS, yang mana masih menduduki peringkat ke Dua se Jawa Tengah, setelah Kota Semarang.
“ Penemuan kasus HIV- AIDS  secara kelompok Umur tinggi Usia rata rata 30 hingga 34 tahun atau Usia Produktif, mereka berasal dari berbagai unsur dan status sosial utamanya yang telah berkeluarga,” ungkapnya.
Sebagai upaya memerangi penularan virus HIV-AIDS yang telah menyebar di Wilayah Kabupaten Kebumen. “Dinas kesehatan Kebumen telah membuka sedikitnya 47 pelayanan VCT MOBILE yang berada di 35 Puskesmas dan 11 Rumah Sakit serta  1 BP4. Selain itu, 10 layanan pengobatan HIV AIDS.” Pungkas Rini. (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.