Kebumen24.com

ADIMULYO, Kebumen24.com – Usai Mengikuti rapat koordinasi penanggulangan bencana alam Kabupaten Kebumen dilaksanakan, Polsek Adimulyo dan Koramil Adimulyo melaksankan patroli bersama pantau debit aliran sungai yang melintas di Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan yang dilakukan senin 6 Januari 2020 itu, Sejumlah sungai besar dicek alirannya hingga kedalamannya. Dari hasil pemantauan di sungai besar yang melintas Adimulyo, semua terpantau normal belum menunjukkan peningkatan debit air secara siginifikan.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman, total ada tiga sungai besar yang melintasi Adimulyo yang dilakukan pengecekan.

“Adapun yang dilakukan pengecekan pada hari ini, Kali Kemit, Kali Abang dan Kali Karanganyar semua terpantau normal untuk debit airnya,” jelas Iptu Tugiman.
 

Lanjut Iptu Tugiman, sungai besar yang melintas Adimulyo beberapa waktu lalu dilaporkan jebol karena tingginya debit air. Bahkan dampak dari jebolnya Kali Telomoyo Adimulyo pada tahun 2019, air menggenangi dua desa di sekitar tanggul. Melalui patroli ini ia berharap bisa mengantisipasi sedini mungkin kejadian serupa.  (K24/T)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Memasuki musim penghujan, warga masyarkat Kebumen diimbau untuk waspada terhadap bahaya bencana banjir yang saja bisa terjadi kapan saja.
Dalam hal ini, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan membagikan tips aman saat bencana banjir melanda. Kendati begitu, Kapolres tetap berharap wilayah Kebumen tidak terjadi banjir seperti beberapa wilayah di Indonesia.

 “Ini sebagai antisipasi saja. Kita berharapnya Kebumen tidak terjadi banjir. Namun harus kita waspadai bersama,” jelas AKBP Rudy, baru baru ini.

Dalam arahannya, Kapolres membagikan empat tips aman saat banjir melanda. Yang pertama, mematikan listrik saat banjir melanda, ke dua, Jangan lupa menyabut peralatan elektronik dari stop kontak, untuk menghindari korselting listrik, ke tiga, dikala banjir melanda, alat elektronik untuk dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi agar peralatan tidak rusak. Dan Tak kalah penting, barang berharga dan dokumen penting dikemas sedemikian rupa supaya tidak basah apalagi hilang atupun hanyut.
Selanjutnya tips yang ke empat, jika warga yang terdampak banjir untuk segera melaporkan ke Polres Kebumen atau instansi terkait untuk penanggulangan banjir.

 “Mari kita waspadai bencana banjir bersama. Semoga Kebumen selalu dalam keadaan aman,” pungkasnya. (K24/T)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tingginya intensitas Hujan beberapa hari terakhir ini, bisa berdampak terjadinya bencana seperti longsor ataupun banjir dan bencana lainya. Untuk itu, Polres Kebumen menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana alam yang mungkin bisa sewaktu waktu terajdi.
Dalam Rapat yang digelar di Mapolres Kebumen Senin 6 Januari 2020 itu, banyak membahas mengenai kesiapan penanganan bencana alam saat curah hujan tinggi.
Hadir pada acara itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara, perwakilan BPBD Kebumen Salam, Kepala Dinas terkait, PJU Polres, serta Kapolsek jajaran. Dalam kegiatan itu juga digelar “Video Conference” bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol Andrianto.
Kapolres Kebumen dalam kesempatan itu mengungkapkan, curah hujan yang terjadi di Kebumen harus disikapi serius. Untuk itu, dalam kesiapan penanganan bencana dari Polres Kebumen menyiapkan satgas khusus tim reaksi cepat penanganan bencana.

“Kita siapkan pos penanganan bencana alam Polres Kebumen, di kantor Sat Samapta Polres Kebumen. Kita semua siap digerakkan,” jelas AKBP Rudy.

Hal senada diungkapkan Dinas terkait, siap mendukung penanggulangan bencana, jika terjadi di Kabupaten Kebumen. Selain itu, Dinas PU dan binamarga juga siap mendukung siaga penanganan bencana, dalam mengevakusi yang memerlukan alat berat.
Selanjutnya, BPBD kebumen, sebagai ketua satkorlak penanganan bencana alam siap siaga 1 x 24 jam di Posko Bencana Alam di Jalan Arungbinang Kebumen selanjutnya siap bersinergi dengan pihak terkait.
Dinsos melalui perwakilannya saat rapat, siap mendukung dapur umum dan bantuan sosial lainnya jika diperlukan.
Dinas Perkim LH, melalui perwakilannya yang hadir mengungkapkan siap mendukung kebersihan saluran drainase agar terjadi kelancaran bila hujan lebat, dan telah melakukan operasi pohon-pohon potensi tumbang untuk dipangkas.

“Semoga dengan persiapan yang telah kita siapkan, Kebumen selalu kondusif. Selanjutnya di Kebumen tidak terjadi bencana alam,” pungkas Kapolres Kebumen. (K24/T)
 

ADIMULYO, Kebumen24.com – Kesuksesan dalam membangun sebuah usaha pasti diawali dari sebuah kerja keras dan penuh keuletan. Seperti hal nya dilakukan salah sorang Warga di kebumen, hanya bermodal ketekunan dari otodidak, kini sukses memiliki usaha Souvenir Pernikahan.
Berawal dari membuat Souvenir dan perlengkapan untuk pernikahan dirinya sendiri  sejak 3 tahun silam, Ratih (24) Wanita asal Desa Tambakharjo RT 01 RW 01 Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kini sukses dengan omzet yang didapat mencapai 40  hingga 50 juta rupiah per bulannya.

“Awalnya saya bikin souvenir untuk pernikahan sendiri dari otodidak, terus tetangga dan teman – teman bilang bagus ya akhirnya dilanjutin dan dikembangin, Dan alhamdulilah sekarang bisa berkembang” ujarnya, Selasa 7 Januari 2020.

Adapun jenis Souvenir pernikahan yang ia buat, mulai dari Undangan, aneka sablon, mahar, sarasehan, dan  dekorasi, dengan harga yang cukup bervariasi, yaitu paling murah 750 rupiah. Sementara, untuk pemasaran sendiri, ia memanfaatkan media sosial dan kini sering mendapatkan pesanan dari berbagai kota di Pulau Jawa bahkan hingga ke Sumatera.

“Untuk kota-kota lain kita udah ada reseller sih jadi ya lumayan banyak pesanan yang masuk apa lagi di bulan – bulan menjelang musim nikahan”imbuhnya.

Lebih lanjut Ratih menambahkan, dengan dibantu 13 karyawan yang merupakan dari tetangga sekitar, kini ia mampu memproduksi hingga 3000 Pcs Souvenir dalam perharinya. Dirinya berharap kedepan usahanya ini bisa terus berkembang dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Semoga kedepanya usaha ini bisa terus berkembang dan tentunya bisa membuka lapangan kerja baru khususnya untuk tetangga kami,”pungkasnya. (K24/ARTA)


ALIAN, Kebumen24.com – Apa yang dilakukan anak anak di Kebumen Saat menjelang musim tanam padi ini terbilang unik. Pasalnya, demi mendapatkan seekor belut, mereka harus rela berkejar kejaran dengan traktor Bajak Sawah yang sedang dikemudikan oleh salah seorang petani.
Seperti di Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Usai pulang sekolah, Puluhan anak anak begitu riang dan bersemangat beramai ramai mencari belut yang berada di bekas lintasan traktor. Saat belut itu muncul ke permukaan, mereka langsung menangkapnya. Meski terbilang sedikit beresiko, namun bagi mereka ini merupakan hal yang biasa, dan justru malah menyenangkan.
Ano (10), salah satu bocah pencari belut mengatakan, mencari belut dengan cara ini sejak dulu ia lakukan bersama teman teman setiap menjelang musim tanam tiba. menurutnya, cara ini lebih mudah dan tidak memerlukan waktu lama untuk mendapat hasil tangkapan belut yang banyak.

 “ Dengan cara ini lebih mudah dan dapatnya bisa lebih banyak. Rata rata kita bisa dapat bisa satu ember. Belutnya kita bagi kemduian kita bawa pulang untuk digoreng buat lauk makan,”ucap Ano Selasa 7 Januari 2020.

Sementara itu, Mugiyatno (50, salah seorang petani mengatakan, apa yang dilakukan anak anak ini sebenarnya sedikit mengganggu dan bisa membahayakan keselamatan mereka. Kendati begitu, sejauh ini dirinya tetap bisa memaklumi dan selalu mewanti wanti agar anak anak tetap menjaga keselamatanya.

“ Sebenarnya sih mengganggu, tapi mau gimana lagi ini sudah menjadi kebiasaan mereka dan sejauh ini mereka juga aman aman saja mas,”ungkapnya kepada wartawan Kebumen24.com. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com- BPBD Kebumen meminta khusunya kepada warga yang berada di daerah rawan bencana untuk waspada dan berhati hati. Hal itu mengingat ancaman bencana seperti tanah longsor, banjir maupun angin puting beliung di Kebumen cukup besar. terlebih intensitas hujan yang mengguyur Kebumen belakangan ini cukup tinggi.
Sekretaris BPBD Kebumen Teguh Kristianto mengatakan, wilayah Kebumen termasuk salah satu daerah yang sering terjadi bencana longsor dan banjir. Bahkan tidak sedikit desa yang memiliki kerawanan akan kedua bencana alam tersebut. Ia meminta masyarakat untuk mewaspadai segala bentuk ancaman bencana yang mungkin saja timbul.

 “Pemkab sudah memberikan surat kepada Kecamatan maupun desa untuk membentuk posko bencana,” katanya, Selasa (07/01/2020).

Data BPBD Kebumen, selama tahun 2019 kerugian akibat bencana longsor dan banjir mencapai Rp 6 miliar. Untuk banjir pada awal tahun kemarin melanda 53 desa di 12 kecamatan dengan kerugian Rp 4,6 miliar. Sedangkan tanah longsor, terjadi di 53 desa di wilayah 14 kecamatan dengan kerugian Rp 1,4 miliar.
Pihaknya juga telah menyiapkan posko bencana disetiap lini yang berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi apabila terjadi bencana. Lebih lanjut, posko bencana tersebut akan diisi petugas maupun relawan untuk penanganan bencana baik di tingkat kecamatan yang diisi dari pegawai kecamatan, Koramil maupun Polsek setempat.

“Posko desa bisa diisi oleh perangkat desa dan masyarakat. Tetapi yang tidak kalah penting adalah langkah pencegahan seperti membersihkan saluran air untuk antisipasi banjr,” jelasnya.

Sementara Kabid Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kebumen Salam mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya termasuk menggerakkan masyarakat membersihkan saluran air sebagai langkah pencegahan. Selain itu, BPBD Kebumen juga melakukan antisipasi jangka panjang dengan penyaluran ribuan bantuan bibit kayu keras maupun buah untuk ditanam masyarakat.

“Kami juga sudah mempersiapkan peralatan kebencanaan di BPBD Kebumen,” tuturnya. (K24/Hfd)

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Sebanyak 22 tim Bola Voli tingkat pelajar SMP/MTs mengikuti Turnamen bola Voli dalam rangka memeriahkan Ulang Tahun SMK Bina Karya 1 Karanganyar yang ke 52.
Turnamen Bola Voli yang akan berlangsung 2 hari ini, digelar Senin 6 Januari 2020 Di Halaman Sekolah setempat.
Koordinator Kegiatan yang juga Waka Kesiswaan Heri Supriyanto ST mengatakan,  Turnamen Bola Voli ini  digelar untuk mencari Bibit unggul Atlet bola voli. Selain itu kegiatan ini sebagai ajang promosi agar SMK Bhina  Karya 1 Karanganyar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

  “Dari kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan pemain bola voli yang berkualitas dan nantinya bisa berprestasi.“ ujarnya.

Lebih lanjut Heri Ia berharap kepada seluruh tim yang mengikuti turnamen ini, untuk bisa tampil maksimal dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki serta selalu menjunjung tinggi sportifitas.

“Kami harap semua pemain tampil maksimal dan selalu menjunjung tinggi sportifitas”imbuhnya.

Adapun kategori pemenang dalam pertandingan kali ini, para pemaian akan meperebutkan Trhopy dan uang pembinaan Jutaan Rupiah. (K24/ARTA)


 KEBUMEN, Kebumen24.com- Untuk menciptakan Kabupaten Sehat, Kebumen masih memiliki permasalahan serius dan menjadi pekerjaan rumah yang hendaknya segera dientaskan. Mengacu data pada aplikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat-Smart (STBM-Smart) milik Kementerian Kesehatan, Kebumen masih butuh sekitar 19.000 jamban sehat guna menangani masyarakat yang masih memiliki perilaku buang air besar sembarangan (BABS).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melalui Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga, Tri Tunggal mengungkapkan, Dari jumlah desa yang ada di kebumen sebanyak 460 desa. Baru 51,30 % atau 236 Desa masyarakatnya tidak BABS. Jumlah itu, kata Retno, mengandung arti separuh desa di Kebumen masih butuh ketersedian jamban untuk menangani BABS.

“Itu kan kurang 49 persen, kalau kita hitung,masih butuh sekitar 19.000 jamban untuk mencanangkan stop BABS,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
 

Tri menyebutkan, meski prosentase akses sanitasi telah mencapai 96,19 %. Akan tetapi belum seluruhnya Desa di Kebumen melaksanakan STBM.

 “Akses sanitasi tinggal sedikit lagi 100 %, jadi akses sanitasi itu masyarakat tidak memiliki jamban tapi dia tidak BABS, misal BABnya dia numpang dimana gitu. Data per September lalu kita sudah 86,52 % atau 396 Desa yang melakukan STBM,” sebutnya.
 

Untuk menekan angka itu, Tri menuturkan berbagai upaya Pemkab Kebumen melalui Dinkes telah dilakukan diantaranya dengan mengalokasikan anggaran berupa bantuan pembuatan jamban terhadap masyarakat yang dirasa perlu menerima. Tidak hanya bantuan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi juga turut andil dalam pengentasan itu.

“Setiap tahun ada anggaran kearah itu, bahkan dari tahun ke tahun bantuan terus meningkat, 2019 ini kita ada sekitar 1.641 unit dan 2020 sebanyak 2.145 unit yang berasal dari APBD. Dari Provinsi juga ikut membantu sebanyak 300 unit,” tuturnya.

Tri menjelaskan, tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungan masih terbilang rendah disebabkan sulitnya menghilangkan perilaku budaya BABS yang masih melekat di masyarakat. Lebih lanjut, Retno menyebutkan, daerah yang masih tergolong tinggi penyumbang angka BABS terdapat di wilayah Kebumen bagian utara.

“Persoalan kita bagaimana merubah pola pikir dan perilaku di masyarakat, itu menjadi tantangan tersendiri. Banyaknya dan terparah di Kecamatan Karanggayam, Sadang dan sebagian di Kecamatan Alian,” imbuhnya.
 

Agar pengentasan itu mengena sekaligus merubah perilaku di masyarakat, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan deklarasi Kabupaten tanpa BABS.

“Ini sedang kita persiapkan deklarasi di November atau Desember awal. Deklarasi itu nanti kan melibatkan orang dari Provinsi, kalau belum Kabupaten ya Desa nya dulu,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen Bambang Sutrisno menuturkan, ketika melihat dari segi anggaran tidak mencukupi. Maka pihaknya akan berupaya mencarikan solusi melalui bantuan yang tersedia di Pemerintah Pusat maupun Provinsi.

 “Kalau itu anggaran kurang, kita akan bantu mungkin dengan mendorong dari pusat maupun provinsi,” tutur Bambang.

Terlebih, kata Bambang, daerah yang dianggap sebagai kantong penyumbang angka BABS tertinggi berada di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong. Jika permasalahan itu berlarut dan tidak menemukan solusi tepat akan menjadi penghambat berkembangnya pariwisata di Kebumen.

“Sadang, Karangsambung kemudian Karanggayam itu kan seharusnya jadi skala prioritas Geopark. Ini harus disikapi dengan tepat. Bagaimana mungkin bisa berkembang kalau masyarakatnya masih berperilaku seperti itu,” pungkasnya. (K24/HFD)

Foto Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kebumen Asep Nurdiana 

KEBUMEN, Kebumen24.com- Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen beberapa hari lalu menjalani mutasi jabatan. Saat ini, posisi jabatan itu mengalami kekosongan.
Meski wilayah Kebumen telah memasuki musim penghujan yang rentan akan bencana. Namun, hal itu tak berpengaruh pada kinerja BPBD sebagai leading sektor penanggulangan bencana.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kebumen Asep Nurdiana menjelaskan, mutasi jabatan dilingkungan Pemkab adalah hal biasa. Terkait kekosongan jabatan Kalak BPBD Kebumen, dalam waktu dekat pihaknya akan mempersiapkan Plt sebagai pengganti jabatan kepala sementara.

“Mutasi memang biasa, kita Plt kan dulu. Jelas tidak terpengaruh, karena kebijakan dan kewenangan Plt sama dengan jabatan kepala,” ucapnya, Senin 6 Januari 2020.

Pertimbangan mutasi Kalak BPBD sebelumnya, kata Asep, mengingat secara regulasi yang berlaku memang seharusnya bergeser ke posisi jabatan baru.

 “Pertama Pak Eko (Kalakar BPBD-red) sudah lama, dia sudah sesuai masa jabatannya minimal dua tahun dan maksimal lima tahun. Nah untuk mengisi disana belum ada yang cocok seperti Pak Eko,” jelasnya.

Mengenai pergantian Kalakar, pihaknya akan melakukan prosesi lelang jabatan. Asep menyebut, masa jabatan Plt Kalakar BPBD Kebumen ini akan berlaku hingga pelantikan kepala defitif. Soal kapan pelantikan kepala definitif, dirinya belum bisa memastikan.

“Lelang dimungkinkan tahun ini. Saya inginkan menunggu yang lain, karena keterbatasan anggaran. Kemungkinan tahun ini masih Plt,” imbuh dia.

Prosesi lelang nantinya akan dibarengi dengan kekosongan jabatan serupa di OPD lain. Sebab, ketika dilakukan hanya satu posisi jabatan dinilai tidak efektif, dilain sisi akan menguras banyak anggaran. 

“Kalau hanya satu biayanya cukup besar yang melibatkan internal dan akademisi ada juga tokoh sebagai pansel. Anggaran open bidding sekitar 40 juta. Satu atau empat sama saja. Jadi kita barengkan,” tuturnya.

Menjelang Pilkada tahun ini, pihaknya juga memperhatikan peraturan KPU yang membatasi pelantikan pejabat selama enam bulan sebelum masa jabatan bagi calon bupati incumbent selesai.

“Boleh melantik jika ada ijin dari Mendagri. Termasuk Bupati melantik enam bulan sebelum berakhir dan setelah pelantikan enam bulan harus ijin Mendagri, karena dikhawatirkan ada muatan politis,” pungkasnya. (K24/Hfd)

Foto Ruang Pelayanan Pengadilan Agama Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com – Selama Tahun 2019, Kasus perceraian di kabupaten kebumen masih terbilang cukup tinggi. tak hanya itu,  pernikahan usia dini juga dinilai cukup meeningkat, sejak diberlakukanya Undang Undang Usia Nikah dari yang semula 16, kini menjadi 19 tahun.
Hal itu di sampaikan Ketua Pengadilan Agama  Kebumen Dr. Drs. H. Masduqi, Sh., Mh. usai menggelar apel pagi, Senin 6 Januari 2020, di Kantor Pengadilan Agama setempat.
Menurutnya, Undang Undang tersebut dilakukan untuk mencegah terajadinya pernikahan Dini. Kendati begitu, pada faktanya justru perkara permohonan Dispensasi nikah di tahun 2019 cendrung meningkat. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya dimungkinkan banyaknya kasus hamil di luar nikah pada gadis di bawah umur.

“ Data di Bulan Oktober 2019 yang masuk hanya 5 perkara, kemudian di bulan november meningkat manjadi 28, dan sampai Bulan Desember menjadi 42 kasus,” ucapnya.

 
Berdasarkan data yang di miliki di tahun 2019, tercatat perkara yang di putus di Pengadilan Agama mencapai 3,886. Jumlah tersebut belum ditambah sisa dari tahun 2018 sebanyak 83 dan menjadi 3969.

“ Perkara tersebut terdiri dari  cerai gugat berjumlah 2,148, cerai talak 761, 122 perkara permohonan Dispensasi nikah dan perkara lainya,”ungkapnya.

 
Lebih lanjut, Masduqi menambahkan, beberapa penyebab kasus perceraian yang terjadi yaitu karena beberapa alasan. Diantaranya, meninggalkan salah satu pihak, Poligami, kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan, murtad dan ekonomi maupun lainnya.

“Untuk laporan perkara perceraian yang masuk ke pengadilan agama selalu diawali dengan proses mediasi oleh hakim. Tapi masih saja tingkat keberhasilannya masih cukup rendah mengingat tekad perceraian dari masing-masing pasangan sudah terlalu bulat,”imbuh Masduqi. (K24/THR)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.